LSI: Jokowi Menang di Kalangan Berpenghasilan Rp3 Juta ke Bawah

Peneliti LSI Ardian Sopa (kanan) saat merilis hasil survei terkait dukungan Pilpres dengan variabel persepsi ekonomi. (Bisnis/Muhammad Ridwan)
27 November 2018 23:00 WIB Muhammad Ridwan Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA mengenai arah dukungan Pilpres 2019 kali ini mengambil sudut pandang persepsi ekonomi. Jika ekonomi Indonesia dipersepsikan baik, hal itu akan menguntungkan Jokowi-Ma'ruf Amin, dan persepsi buruk menguntungkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut hasil survei LSI pada 10 sampai dengan 19 November 2018, 70,3% responden menyatakan puas dengan keadaan ekonomi saat ini. Sementara itu, hanya sebesar 24.7% yang menilai kondisi ekonomi Indonesia buruk. Penilaian kondisi ekonomi ini berpengaruh pada dukungan terhadap kedua capres.

“Jika dipersepsikan baik, maka berkah elektoral akan diperoleh petahana. Namun jika dipersepsikan buruk maka berpotensi menjadi bencana bagi petahana," tutur peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa di Jakarta, Selasa (27/11/2018).

LSI Denny JA menerapkan survei tersebut dari enam segmen yakni segmen pendidikan, pendapatan, gender, agama, partai politik pendukung, dan segmen pulau besar. Dari segmen pendapatan, responden dibagi menjadi tiga kategori yakni responden dengan pendapatan kurang dari Rp 1 juta, Rp 1 juta sampai 3 juta dan di atas Rp 3 juta.

Sebanyak 66,4 persen responden dengan pendapatan kurang dari 1 juta yang menilai kalau kondisi ekonomi di Indonesia saat ini sedang dalam kondisi baik memilih Jokowi-Maruf Amin. Sedangkan yang memilih Prabowo–Sandiaga sebanyak 14,2 persen dan 19,4 persen mengaku tidak tahu atau tidak menjawab.

“Jokowi–Maruf Amin unggul merata di aneka segmen pendapatan pada kalangan pemilih yang menilai ekonomi sedang dan baik,” kata Ardian Sopa.

Di kalangan responden dengan pendapatan Rp1 juta sampai Rp3 juta, ekonomi Indonesia sedang dalam kondisi baik dan memilih mendukung Jokowi–Ma'ruf Amin sebesar 64,2 persen. Yang menilai ekonomi sedang dalam kondisi baik namun memilih Prabowo–Sandiaga sebesar 20,1 persen. Sisanya 15,7 persen responden memilih untuk tidak menjawab atau tidak tahu.

Pemandangan serupa juga terlihat pada kategori responden dengan pendapatan di atas Rp3 juta. Sebanyak 61,9 persen responden menilai kalau kondisi ekonomi Indonesia sedang dalam kondisi baik dan mereka memilih Jokowi–Maruf.

Sedangkan yang menilai ekonomi baik serupa namun memilih Prabowo–Sandiaga hanya 28 persen. Adapun 10,1 persen responden yang memilih tidak tahu atau tidak menjawab.

Totalnya, untuk responden yang menilai kondisi ekonomi saat ini sedang dan baik, sebesar 64,4% menyatakan mendukung pasangan Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin, dan sebesar 20,5% memilih pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno

Sementara terkait persepsi ekonomi Indonesia buruk, sebesar 63.9% memilih pasangan Prabowo-Sandi. Dan hanya sebesar 25.5% yang memilih pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Dalam penelitiannya, penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini berdasarkan beberapa faktor, pemberitaan media tentang keadaan ekonomi saat ini dapat memberikan pengaruh terhadap persepsi masyarakat.

“Pada akhirnya saya merasa bahwa keputusan terbesar sesuai dengan yang mereka rasakan di kehidupan mereka sehari-hari. Inilah yang menimbulkan jawaban buat baik dan buruk dari individu tersebut," ungkapnya.

Survei dilakukan terhadap 1.200 responden tersebar di 34 Provinsi di Indonesia. Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling melaluiwawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Margin of error survei 2,8%.

Sumber : Bisnis/JIBI

Kolom 7 hours ago

Jelalatan