Tahan Elektabilitas Jokowi, Ini Modal & Kelemahan Prabowo di Pilpres 2019

Calon presiden Prabowo Subianto (tengah) saat menghadiri acara Indonesia Economic Forum di Jakarta, Rabu (21/11/2018). - Bisnis/Jaffry Prabu Prakoso
27 November 2018 20:00 WIB Jaffry Prabu Prakoso Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Beda lembaga survei, beda pula hasilnya. Dalam survei yang dilakukan oleh Median, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dinilai berhasil menahan elektabilitas Joko Widodo-Ma’ruf Amin meski belum bisa menyalip kepopuleran lawannya.

Median merilis hasil survei nasional yang melibatkan 1.200 responden di seluruh Indonesia yang memiliki hak pilih pada 4-16 November 2018. Hasilnya, elektabilitas pasangan Jokowi-Ma'ruf sebesar 47,7%, Prabowo-Sandi 35,5%, dan yang belum menentukan pilihan sebanyak 16,8%.

Hasil ini berbeda dari hasil survei yang dirilis Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pada periode yang sama. Dari 1.200 responden, 53,2% di antaranya mendukung Jokowi – Maruf Amin. Prabowo – Sandiaga dipilih 31,2% responden sedangkan 15,6% lainnya merahasiakan pilihan atau belum memutuskan.

Untuk bisa mengungguli pasangan nomor urut 01, Direktur Eksekutif Median Rico Marbun menyarankan Prabowo untuk mengubah cara berbicaranya kepada publik.

“Prabowo sebaiknya memperbaiki gaya komunikasi politik agar persepsi atas karakter pribadinya yang dianggap keras bisa dikurangi,” katanya di Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Alasannya, Median mencatat publik masih menganggap Prabowo keras, ambisius, kinerjanya belum terbukti, tidak punya istri, dan melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Namun, dia tetap memiliki pendukung karena diharapkan dapat membawa perubahan, menjadi pemimpin baru, kecewa dengan Jokowi, tegas, mampu memimpin, berwibawa, dan lulusan militer.
 
Di sisi lain, Rico menyarankan agar Prabowo-Sandi lebih memberikan solusi atas narasi kampanye soal masalah ekonomi yang disampaikan dan kritik kepada pemerintahan Jokowi. “Persepsi atas kompetensi Prabowo memperbaiki situasi ekonomi saat ini yang menjadi perhatian pemilih belum terbentuk dengan baik,” ucapnya.
 

Sumber : Bisnis/JIBI

Kolom 6 hours ago

Jelalatan