Jokowi-Ma'ruf Menang Selisih 20% di Survei LSI

Ma'ruf Amin, Joko Widodo, Prabowo Subianto, dan Sandiaga Uno dalam Deklarasi Kampanye Damai dan Berintegritas di kawasan Monas, Jakarta, Minggu (23/9 - 2018). (Antara / Muhammad Adimaja)
27 November 2018 19:00 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Kurang lebih dua bulan memasuki masa kampanye, lembaga survei kembali merilis hasil survei elektabilitas dua pasangan capres-cawapres. Hasilnya, pasangan nomor urut 1 Jokowi – Maruf Amin kembali unggul atas kandidat nomor urut 2 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno dalam survei.

Hal itu ditunjukkan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA selama November 2018. Dari 1.200 responden yang mengikuti suvei, 53,2% di antaranya mendukung Jokowi – Maruf Amin.

Sementara itu, pemilih Prabowo – Sandiaga hanya sebesar 31,2% dari 1.200 responden. Sedangkan 15,6% lainnya memilih untuk merahasiakan pilihan atau belum memutuskan.

"Dua bulan masa kampanye diberlakukan, ada selisih dukungan yaitu Jokowi - Maruf unggul di atas 20% dari Prabowo – Sandiaga," kata peneliti LSI Ardian Sopa di Kantor LSI, Jakarta Timur, Selasa (27/11/2018), dilansir Suara.com.

Meskipun Jokowi - Maruf Amin unggul, Ardian menilai peluang Prabowo – Sandiaga untuk bersaing tetap terbuka. Sebab, selisih keunggulan kedua pasangan itu hanya 20 persen.

Ardian mengakui, tak mudah pasangan penantang menyaingi elektabilitas kandidat petahana. Tapi, kalau Prabowo – Sandiaga mampu menerapkan strategi pemenangan yang tepat, bisa melampaui petahana.

“Salah satu strateginya ialah menarik simpatik masyarakat yang memiliki persepsi kondisi ekonomi saat ini sedang dalam keadaan buruk. Semakin buruk persepsi ekonomi [masyarakat], akan menaikkan dukungan terhadap Prabowo – Sandiaga," pungkasnya.

Survei LSI ini dilakukan pada periode 10 November – 19 November 2018 dengan melibatkan 1.200 responden. Survei dilakukan di 34 provinsi di Indonesia dengan metode sampel acak beragam level.

Wawancara dilakukan secara tatap muka menggunakan kuesioner. Selain itu, LSI juga melakukan riset kualitatif dengan metode grup diskusi terfokus, analisis media dan wawancara mendalam untuk memperkaya analisis. Ambang batas kesalahan survei itu diklaim kurang lebih 2,9 persen.

Sumber : Suara.com