Hujan Lebat dalam 5 Hari, BMKG Imbau Waspada Banjir dan Tanah Longsor

Hujan deras mengguyur Jl. Ir. Juanda, Pucangsawit, Jebres, Solo, Sabtu (10/11 - 2018) sore. (Solopos/Irawan Sapto Adhi)
27 November 2018 09:10 WIB Septina Arifiani Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau dan menganalisis curah hujan yang menunjukkan sebagian wilayah Jawa telah diguyur hujan selama beberapa pekan terakhir yang menimbulkan dampak bencana hidrometeorologi seperti genangan, banjir, dan longsor.

Dalam keterangannya sebagaimana dikutip Solopos.com dari laman resmi BMKG, Senin (27/11/2018), Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono R. Prabowo menjelaskan adanya sirkulasi angin tertutup di Laut Jawa yang cukup persisten hingga 3 hari ke depan yang mengakibatkan terbentuknya daerah pertemuan angin di sepanjang Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara Timur. Kondisi cuaca tersebut memberikan dampak pada peningkatan pembentukan dan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.

"Selain itu, adanya aliran massa udara basah yang masuk dari Samudera Hindia turut mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumatera bagian Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan Tenggara serta Maluku. Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang khususnya di Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam 5 (lima) hari ke depan (26 - 30 November 2018)," tambah Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo mengimbau kepada masyarakat tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak lanjutan yang dapat ditimbulkan kondisi cuaca tersebut seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin.

Kolom 7 hours ago

Jelalatan