Transaksi Saham Soloraya Rp 3,3 Triliun/Bulan, Didominasi Investor Muda

Ketua Umum Kadin Rosan Perkasa Roeslani melihat produk batik dan UMKM di Batikvaganza Rapimnas Kadin di Solo, Senin (26 - 11). (Solopos/Sunaryo HB)
27 November 2018 04:00 WIB Bayu Jatmiko Adi Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Jumlah investor saham di wilayah Soloraya terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. Peningkatan jumlah investor tersebut bisa mencapai lebih dari 1.000 investor per tahunnya. Sementara kontribusi terbesar adalah investor dengan usia muda.

Berdasarkan data dari Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Solo, pada 2016 jumlah investor di Soloraya mencapai 17.514 investor. Sedangkan pada 2017 mencapai 20.682 investor. Namun mulai tahun tersebut ditambah dengan wilayah Salatiga, Blora dan Grobogan.

Di 2018 jumlahnya telah mencapai 26.297 investor per Oktober lalu. Untuk rata-rata transaksi bulanan mencapai Rp3 triliun hingga Rp3,3 triliun untuk soloraya. Transaksi tersebut mencakup jual dan beli saham. Sedangkan jumlah investor di Jawa Tengah per Oktober 2018 sebanyak 76.549 investor.

Kepala Kantor BEI Solo, M. Wira Adi Brata, mengatakan peningkatan jumlah investor selama tiga tahun terakhir cukup signifikan. "Hal ini menunjukkan masyarakat Soloraya telah terbuka terhadap pasar modal. Saat ini mulai aktif berinvestasi di pasar modal," kata dia saat ditemui Solopos.com di kantornya, Senin (26/11).

Dia pun mengaku kaget dengan animo masyarakat Soloraya untuk berinvestasi saham. "Untuk kontribusi terbesar adalah umur 19-28 tahun dalam dua tahun terakhir. Mereka berasal dari kalangan mahasiswa, karyawan baru, ibu rumah tangga dan sebagainya dengan persentase mencaapi sekitar 60%," kata dia.
Di sisi lain saat ini BEI juga mendorong perusahaan lokal Solo dan sekitarnya untuk go public. Dengan cara go public, perusahaan berpotensi untuk bertransformasi menjadi lebih terbuka serta berupaya memiliki tata kelola yang lebih baik.
Andromeda Zatira, selaku Chief Leader Komunitas Investor Saham Pemula (ISP) Surakarta, mengatakan saat ini banyak dari kalangan muda di Solo dan sekitarnya yang mulai tertarik untuk berinvestasi saham. "Kami melihat saat ini memang harus sudah mulai melakukan investasi. Salah satu cara yang aman dalam berinvestasi adalah dengan saham," kata dia kepada Espos, Senin.
Dia mengatakan saat ini komunitas investor tengah dalam pengembangan. Caranya adalah dengan menggandeng kalangan muda yang tertarik menabung saham. Dia menilai respons anak-anak muda di Solo untuk berinvestasi saham saat ini cukup bagus.
Terkait dengan upaya BEI untuk mendorong perusahaan lokal utuk go public, pihaknya menyambut baik. Dia mengatakan saat ini banyak kalangan muda yang tertarik dengan saham perusahaan lokal seperti Sritex. "Kami lebih optimistis dengan pasar modal Indoensia. Dengan banyak perusahaan Solo go public, nanti kalau rapat umum pemegang saham juga lebih dekat. Selain itu juga akan lebih mendorong iklim investasi lebih baik," lanut dia. (Bayu Jatmiko Adi)

Kolom 19 hours ago

Jelalatan