Dana Kemah Diusut, Dahnil Anzar Sebut Polisi Hina Presiden

Dahnil Anzar Simanjuntak (Twitter)
26 November 2018 18:30 WIB Bernadheta Dian Saraswati Nasional Share :

Solopos.com, BANTUL -- Ketua Pengurus Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menilai kasus dana Kemah dan Apel Pemuda Islam 2017 yang menyeret dirinya adalah bentuk penghinaan kepada Presiden. Dahnil mengaku merasa seperti sedang dikerjai.

Ditemui seusai membuka Muktamar ke-17 Pemuda Muhammadiyah di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dahnil mengatakan kegiatan itu melibatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pihaknya hanya difasilitasi untuk mengumpulkan para pemuda Muhammadiyah untuk mengikuti acara itu.

"Jadi kalau kepolisian mempermasalahkan kegiatan yang diinisiasi Menpora dan Presiden, untuk kepentingan Presiden, pihak kepolisian sudah menghina Presiden," katanya, Senin (26/11/2018).

Dahnil mengklaim bahwa dirinya mewakili Muhammadiyah dan hanya membantu Presiden. Tujuannya, katanya, ikut memastikan agar Presiden tidak dituduh anti Islam. "Kalau niat baik kami dikhianati atau dikriminalisasi, saya kira kepolisian sudah menghina Presiden," kata Dahnil.

Dahnil Anzar Simanjuntak--yang kini menjadi Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga--sempat diperiksa oleh penyidik Polda Metro Jaya pada Jumat (23/11/2018). Pemeriksaan itu terkait dugaan penyimpangan dana Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia di Pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah, 16-17 Desember 2017.

Bersama Ketua Panitia Kegiatan Kemah Apel Pemuda Islam 2017, Ahmad Fanani, Dahnil dikawal sejumlah orang yang mengenakan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam). Kepolisian mengungkapkan bahwa Dahnil Anzar telah mengembalikan dana Rp2 miliar ke Kemenpora.

Sumber : Harian Jogja

Kolom 7 hours ago

Jelalatan