Rapimnas Kadin Lirik Fintech Jembatani UMKM

Wakil Ketua Kadin Indonesia Bidang UMKM dan Koperasi, Muhammad Lutfi (tengah), memberikan keterangan dalam jumpa pers di Alila Solo Hotel, Minggu (25/11 - 2018). (Solopos/Bayu Jatmiko A)
26 November 2018 07:00 WIB Bayu Jatmiko Adi Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mendorong pertumbuhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia. Keberadaan Financial Technology (Fintech) diharapkan menjadi jembatan bagi pelaku UMKM dalam mendapatkan pinjaman modal.

Wakil Ketua Kadin Indonesia Bidang UMKM dan Koperasi (UMKMKop), Muhammad Lutfi, mengatakan pada Minggu (25/11/2018) telah dilakukan Rapat Kerja Wilayah Tengah Bidang UMKMkop Jawa dan Bali di Alila Solo Hotel.

Kegiatan itu dihadiri oleh perwakilan Kadin di wilayah Indonesia Tengah, yaitu Jawa dan Bali. Dikatakan, dalam rapat koordinasi tersebut dibahas dua hal yaitu mengenai peningkatan daya saing UKM dan mempermudah akses permodalan UMKM melalui teknologi.

"Ada bebarapa hal yang harus dilaksanakan dalam upaya menumbuhkan UMKM tersebut. Di antaranya pengusaha harus mempunyai perizinan yang pasti dan jelas. Kadin akan membantu memberikan masukan agar perizinan UMKM menjadi mudah, jelas, transparan," kata dia dalam jumpa pers seusai rapat tersebut, Minggu.

Perizinan

Rapimnas Kadin

Foto:  Rapat koordinasi di Alila Solo Hotel, Minggu (25/11/2018). (Solopos-Bayu Jatmiko A) 

Persoalan perizinan dinilai penting, termasuk dalam upaya untuk memasarkan produk ke pasar internasional. "Pertumbuhan harus melihat pasar Internasional. Tapi ada stansar yang harus diperhatikan. Misalnya dalam bidang makanan, maka harus ada izin edar dari BPOM. Kemudian untuk industri kecil atau menengah juga harus ada standarisasi, misalnya SNI. Hal itu menjadi syarat mutlak untuk berkonpetisi secara global," lanjut dia.

Sementara untuk masalah pendanaan, Kadin melihat keberadaan Fintech akan menjadi celah yang bagus untuk bisa dimanfaatkan pelaku UMKM dalam mendaoatkan pinjaman modal.

"Masalah pendanaan ini masalah klasik, banyak tantangannya. Untuk usaha di zaman baru ini tentu harus diselesaikan dengan cara yang baru. Dulu harus ke bank, tapi sekarang banyak pilihan, termasuk Fintech," terang dia.

Meski begitu Fintech pun disebut bukan tanpa kendala, terlebih mengenai besaran bunganya yang beragam. Menurutnya Kadin bidang UMKM akan mengupayakan sejumlah terobosan untuk memberikan gambaran mengenai sumber pembiayaan yang mudah diakses dan bunga yang murah.

Melalui permodalan yang lancar diharapkan usaha mikro yang ada bisa berkembang menjadi usaha kecil bahkan menengah. "Inginnya tentu bunga murah, akses mudah. Ini memerlukan pertemuan-pertemuan atau mediasi untuk memudahkan semuanya," kata dia.