Dahnil Anzar Diperiksa, Menpora Kaget Kemah Pemuda Islam Dipermasalahkan

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mencoba melepaskan anak panah di lokasi pelatnas atlet Asian Para Games di kompleks Kantor Pusat Pengembangan Rehabilitasi Bersumber Daya Masyarakat (PPRBM) Prof. dr. Suharso, Kamis (13/9 - 2018). (Solopos/Khodiq Duhri)
25 November 2018 15:35 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, SURABAYA -- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengaku terkejut karena penggunaan anggaran kegiatan Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia 2017 dipermasalahkan. Kasus ini membuat Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak diperiksa Polda Metro Jaya.

"Tentu saya sangat terkejut sebab selama ini tidak menemukan adanya permasalahan pada kegiatan yang digelar tahun lalu," ujar Menpora seusai menghadiri prosesi wisuda Universitas Sunan Giri Surabaya di Dyandra Convention Center Surabaya, Minggu (25/11/2018).

Imam juga menegaskan bahwa kegiatan Kemah dan Apel Pemuda Islam 2017 yang dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan inisiasinya. Kegiatan itu bertujuan untuk menguatkan silaturahmi dan ukhuwah islamiah antara Pemuda Muhammadiyah dan Gerakan Pemuda Ansor.

Menurut dia, momentum tersebut adalah sangat bersejarah, bahkan dihadiri 20.000-an peserta dan pelaksanaannya terbilang cukup sukses. Bahkan, kata Imam, dampaknya sangat bermanfaat tidak hanya bagi dua ormas Islam terbesar di Tanah Air (Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama), tetapi juga untuk bangsa Indonesia.

"Semua sudah melalui prosesnya, dana sudah diberikan ke Pemuda Muhammadiyah dan GP Ansor, lalu dapat dipertanggungjawabkan. Makanya, saya kaget ada persoalan sekarang ini dan tidak tahu indikasinya apa. Akan tetapi, saya sudah bertemu dengan Dahnil Anzar yang menyampaikan kemungkinan karena atmosfer menjelang Muktamar Pemuda Muhammadiyah," ucapnya.

Dahnil Anzar Simanjuntak--yang kini menjadi Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga--sempat diperiksa oleh penyidik Polda Metro Jaya pada Jumat (23/11/2018). Pemeriksaan itu terkait dugaan penyimpangan dana Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia di Pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah, 16-17 Desember 2017.

Bersama Ketua Panitia Kegiatan Kemah Apel Pemuda Islam 2017, Ahmad Fanani, Dahnil dikawal sejumlah orang yang mengenakan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam). Kepolisian mengungkapkan bahwa Dahnil Anzar telah mengembalikan dana Rp2 miliar ke Kemenpora.

Terkait pengembalian dana itu, Menpora mengaku belum mengetahui secara detail. Namun, mekanismenya akan diserahkan ke Biro Keuangan karena butuh kajian serta telaah mendalam. Sementara itu, Muktamar XVII Pemuda Muhammadiyah XVII akan dilaksanakan pada 25-28 November 2018 di Yogyakarta.

Sumber : Antara

Kolom 7 hours ago

Jelalatan