Sejak SMP Hingga Kuliah, Gadis Gunung Kidul Ini Dicabuli Ayah Tiri

Ilustrasi pemerkosaan. (Solopos/Whisnupaksa Kridangkara)
24 November 2018 22:00 WIB Herlambang Jati Kusumo Nasional Share :

Solopos.com, GUNUNG KIDUL -- Seorang pria di Purwosari, Gunung Kidul, diduga telah mencabuli anak tirinya selama delapan tahun hingga korban beranjak dewasa. Akibat kasus itu, pria berinisial S itu ditangkap aparat Polsek Purwosari, Sabtu (24/11/2018).

Kapolsek Purwosari, AKP Budi Kustanto, mengungkapkan kejadian tersebut terungkap pertama kali saat terduga pria berusia 44 tahun itu mengamuk di rumahnya pada dini hari. S mengamuk lantaran korban atau anak tirinya yang berinisial BY, 22, enggan pulang ke rumah di Purwosari.

Korban saat itu sedang berada di tempat saudaranya di Bantul. Karena S marah-marah di rumahnya, timbullah kecurigaan di kalangan keluarganya. Korban pun akhirnya memberanikan diri menceritakan perilaku biadab ayah tirinya itu selama ini.

Korban berceita bahwa dirinya sering disetubuhi oleh ayah tirinya. Hal itulah yang membuat dia ketakutan untuk bertemu ayah tirinya.

Mendengar cerita itu, keluarga korban yang berada di Bantul menghubungi ibu korban. Mereka melaporkan kasus itu ke polisi sehingga S dibawa ke Polsek Purwosari pada Sabtu sekitar pukul 03.45 WIB untuk diperiksa lebih jauh.

"Setelah kami lakukan pemeriksaan lebih jauh terhadap korban dan terduga pelaku, pencabulan ini sudah dilakukan sejak korban duduk dikelas 3 SMP, hingga terakhir saat duduk dibangku kuliah. Untuk saat ini [korban] sudah lulus kuliah. Sudah sekitar delapan tahun terjadi tindakan pencabulan itu," ujar Budi, Sabtu.

Namun, S hanya mengaku telah melakukan tindakan asusilanya itu enam kali. Polisi pun tidak begitu saja percaya dan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Keterangan S tersebut dirasa janggal lantaran rentang waktu peristiwa pencabulan yang lama.

Sementara menurut korban, sudah tidak bisa terhitung berapa kali dia menjadi korban ayah tirinya itu. Korban sendiri selama rentang waktu delapan tahun tersebut tidak berani menceritakan karena ada diancam ayah tirinya sehingga tidak berani melawan. Ayah tirinya sendiri melakukan tindakan pencabulan selama ini saat di rumahnya sepi.

Dalam pemeriksaan korban sendiri dikatakannya cukup lancar, meski terlihat masih ada goncangan, Saat ini korban juga tengah menjalani pemeriksaan untuk visum agar bisa menjadi alat bukti. Kepolisian berjanji akan terus melakukan pendampingan untuk menjaga psikologi korban.

"Pasal yang akan dikenakan sendiri Pasal 81 dan 82 UU 23/2003 tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara," katanya.

Sumber : Harian Jogja

Kolom 21 hours ago

Jelalatan