Jokowi Waspadai Fenomena Ala Brexit & Donald Trump di Pilpres 2019

Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat acara pemberian sertifikat tahan kepada warga masyarakat Kabupaten Lampung Tengah, Lampung, Jumat (23/11 - 2018). (Antara/Ardiansyah)
24 November 2018 18:42 WIB Amanda Kusumawardhani Nasional Share :

Solopos.com, LAMPUNG -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang juga calon petahana mengingatkan Tim Kampanye Daerah Provinsi Lampung untuk mewaspadai perubahan yang terjadi baik di bidang ekonomi, sosial, maupun budaya. Dia mengingatkan kemenangan kubu pro Brexit di Inggris dan Donald Trump di AS yang tak terduga.

Hal tersebut diungkap Jokowi dalam Rapat Kerja Tim Kampanye Daerah Provinsi Lampung, Sabtu (24/11/2018). Dia menyebutkan segala perubahan harus dimaknai secara serius, terutama di era keterbukaan saat ini.

"Budaya juga mulai berubah karena adanya keterbukaan, adanya medsos [media sosial]. Semua orang bisa memberikan apa pun, bisa menyampikan apa pun. Perubahan seperti ini betul-betul disadari," kata Jokowi.

Jokowi mencontohkan kemenangan pendukung Britain Exit (Brexit) dalam referendum di Inggris beberapa tahun lalu. Sebelum referendum, Jokowi sempat bertemu dengan Perdana Menteri Inggris kala itu, yakni David Cameron. Ketika ditanya mengenai potensi kemenangannya menjelang referendum, Cameron optimistis mampu mengambil suara mayoritas di parlemen.

"Dia ngomong ke saya [akan] menang besar. Survei juga disampaikan di situ memang David Cameron [yang menang]. Saat pemungutan ternyata dia kalah," ujar Jokowi.

Hal serupa juga terjadi saat pemilihan presiden di Amerika Serikat. Jokowi menyebut kemenangan Donald Trump atas Hillary Clinton juga tidak terduga karena semua hasil survei menunjukkan peluang Hillary lebih besar dibandingkan Trump.

"Semua orang kaget karena yang menang Donald Trump. Apa yang perlu kita perhatikan. Landskap politik nasional berubah, landskap politik daerah juga betubah, perubahannya ke mana?" tegasnya.

Jokowi menyebutkan kemenangannya di pemilihan presiden mendatang tidak bisa hanya dilakukan dengan memasang spanduk dan baliho, tetapi dengan kerja nyata dan konkret. Tak hanya itu, tim kampanye juga harus bisa membuat isu yang menguntungkan kandidat yang diusung dan mengendalikan isu-isu yang memiliki dampak negatif terhadap pencalonan kandidatnya.

"Isu-isu harus dimenangkan oleh kita. Kita memperkuat perencanaan orkestrasi hingga semua berjalan beriringan. Relawan bekerja, caleg bekerja, tim bekerja, semuanya bekerja. Dalam orkestrasi musik yang sama, harus bisa menyampaikan apa yang telah kita kerjakan," tekan Jokowi.

Sumber : Bisnis/JIBI