Hormati Kedubes Australia Pindah ke Yerusalem, Prabowo Tak Paham UUD 1945?

Prabowo Subianto bersama adiknya Hashim Djojohadikusumo. - Bisnis/Jaffry Prabu Prakoso
24 November 2018 17:23 WIB MG Noviarizal Fernandez Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Pernyataan Prabowo Subianto bahwa dirinya menghormati langkah Australia memindahkan Kantor Kedutaan Besar mereka ke Yerusalem terus dikritik. Prabowo diangap tidak memahami UUD 1945 yang menyatakan bahwa Indonesia berperan aktif menjaga ketertiban dunia dan menghapuskan penjajahan.

Politikus PDIP TB Hasanuddin menilai calon presiden Prabowo Subianto kurang memahami UUD 1945. Dalam alinea VI Pembukaan UUD 1945 disebutkan bahwa pemerintah negara Indonesia "....ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial..."

“Pak Prabowo ini paham UUD atau tidak? Dalam UUD disebutkan bahwa Indonesia harus ikut aktif dalam perdamaian dunia dan menghapuskan penjajahan dari muka bumi," katanya, Jumat (23/11/2018).

Mantan calon Gubernur Jawa Barat ini mengatakan pemindahan Kantor Kedubes Australia dari Tel Aviv ke Yerusalem adalah bentuk pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Menurutnya, hal ini bertolak belakang dengan semangat perjuangan umat Islam Indonesia sejak masa pemerintahan Presiden Soekarno untuk membebaskan Palestina dari penjajahan dan menjadi negara yang merdeka.

"Pernyataan Prabowo ini juga sangat mencederai perjuangan umat Islam yang sedang berjuang memerdekakan Palestina. Menentang Palestina menjadi negara merdeka, sama saja dengan mendukung penjajahan Israel atas Palestina," tuturnya.

Hasanuddin menegaskan dengan dipindahkannya Kedubes Australia ke Yerussalem, maka wilayah Palestina menjadi semakin sempit. "Bahkan Palestina bisa hilang dari peta dunia, karena memang tujuan pemindahan kedubes ini adalah konsep Israel untuk mempersempit ruang gerak bahkan ingin melenyapkan Palestina dari muka bumi," tandasnya.

Sebelumnya, Prabowo Subianto mengatakan bahwa dia menghormati rencana Australia untuk memindahkan kedutaan di Israel karena negeri tersebut merupakan negara independen dan berdaulat. Padahal, Pemerintah Indonesia menolak ide pemindahan kedubes dari Tel Aviv ke Yerusalem yang diinisiasi oleh Presiden AS Donald Trump beberapa waktu lalu.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Uno, Viva Yoga Mulyadi menyatakan bahwa Prabowo sangat mendukung kemerdekaan Palestina. Mantan jenderal bintang tiga tersebut, lanjutnya selalu hadir dan mendukung upaya penggalangan bantuan bagi negara di Timur Tengah tersebut.

Sumber : Bisnis/JIBI

Kolom 20 hours ago

Jelalatan