Laporkan Grace Natalie, Eggy Sudjana Dinilai Politis

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan usai bertemu dengan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) untuk mengadukan sulitnya kader perempuan ikut serta dalam kontestasi politik, di Gedung Komnas Perempuan, Jakarta, Senin (19/11). - Bisnis/Jaffry Prabu Prakoso
21 November 2018 06:30 WIB MG Noviarizal Fernandez Nasional Share :

Solopos.com,JAKARTA — Pengamat politik Maksimus Ramses Lalongkoe menilai upaya melaporkan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie dinilai penuh muatan politik dan menciptakan kegaduhan.

Dia menilai langkah Eggy Sudjana yang melaporkan Ketua Umum PSI Grace Natalie sarat politik lantaran pernyataan mantan presenter berita itu terkait penolakan perda injil dan syariah merupakan hak konstitusi warga negara. Grace melihat ada ketidakadilan dalam kehidupan bernegara.

"Saya justru melihat laporan Eggy Sudjana ini sarat kepentingan politik, kan pernyataan Grace itu kan hak konstitusi warga negara dalam melihat ketidakadilan di tengah kehidupan bernegara dan bernegara," katanya, Selasa (20/11/2018).

Laporan itu dinilai olehnya sarat kepentingan politik karena Eggy Sudjana hanya melihat dari satu sudut ucapan Grace. Padahal pernyataan tersebut tidak memiliki niat buruk selain memperjuangkan nilai-nilai keadilan warga negara.

"Yang diucapkan Grace itukan memperjuangkan nilai-nilai kebenaran jadi jangan dianggap melecehkan keyakinan kan terlalu dangkal cara pandang demikian," ujarnya.

Ramses meminta Eggy Sudjana agar tidak menciptakan kegaduhan dalam tahun politik dan berusaha mempolitisasi berbagai pernyataan demi kepentingan politik kelompok.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PPMI Zulkhair melalui kuasa hukumnya Eggy Sudjana melaporkan Ketum PSI Grace Natalie ke Bareskrim Polri, pada Jumat (16/11/2018) lalu.

Grace Natalie dilaporkan dengan dugaan pelanggaran Pasal 156A KUHP, Pasal 27 Ayat (3) junctoPasal 28 Ayat 2 juncto Pasal 14 juncto Pasal 15 UU No. 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Eggi Sudjana menganggap pernyataan Grace saat pidato HUT PSI mengandung unsur kebohongan dan bertentangan dengan beberapa ayat di Alquran.

Sumber : Bisnis/JIBI