Haris Pukul Gaban Nainggolan & Istri Pakai Linggis, Tusuk Leher 3 Kali

Tim Puslabfor Mabes Polri melakukan olah tempat kejadian perkara di rumah kios tempat perisitiwa pembunuhan keluarga Daperum (Gaban) Nainggolan, di Jatirahayu, Bekasi, Selasa (13/11 - 2018). (Antara / Risky Andrianto)
19 November 2018 16:44 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Haris Simamora diketahui membunuh Daperum Nainggola alias Gaban dan istrinya secara sadis, yaitu memukul kepala dengan linggis sebelum menusuk leher korban. Hal itu terlihat dalam rekonstruksi pembunuhan tersebut yang diperagakan oleh tersangka.

Haris memperagakan 35 adegan dalam prarekonstruksi yang digelar di Polda Metro Jaya, Senin (19/11/2018). Agenda pra rekonstruksi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Unit I Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Malvino Edward. Dirinya mengatakan jika adegan yang diperankan mulai dari kedatangan Haris ke kediaman Diperum hingga proses pembunuhan terjadi.

Polisi juga turut menghadirkan dua boneka untuk memperagakan adegan saat para korban dihabisi oleh Haris. Aksi pemukulan terhadap Gaban dan istrinya, Maya Ambarita terjadi pada adegan ke 11 hingga ke 17. Haris membunuh kedua korban dengan menggunakan linggis.

"Adegan ke 11, tersangka HS memukul keras 1 kali ke kepala bagian atas kepala Daperum. Adegan ke 12, korban terjatuh. Adegan ke 13, Maya sempet terbangun, dan dipukul kepalanya. Adegan ke 14, Maya sadar dan terbangun kemudian kembali dipukul 2 kali pakai linggis di bagian kepalanya," ungkap Malvino di Polda Metro Jaya, dilansir Suara.com.

Dari adegan ke-15, kedua korban sudah tergeletak. Untuk memastikan korban tewas, Haris Simamora kemudian menusuk leher Gaban dan Maya sebanyak 3 kali.

"Adegan ke 15, kedua korban udah tidak bergerak. Sementara Daperum dipukul lagi dua kali. Adegan ke 16, Daperum ditusuk 3 kali di leher sehingga mengeluarkan darah. Adegan ke 17, tersangka menusuk leher Maya tiga kali," Malvino menandaskan.

Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Jakarta, Jumat (16/11/2018), mengatakan awalnya tersangka Haris diminta datang ke rumah Daperum pada Senin (12/11/2018) malam. Setibanya di rumah, Haris sempat berbincang dengan Daperum dan Maya kemudian keluarga itu tidur di kamar.

Saat itu, Haris yang merasa sakit hati karena sering dihina dan dimarahi langsung ke belakang rumah tempat menyimpan perabotan dan perkakas. Argo menyebutkan tersangka mengambil linggis yang dipukulkan kepada pasangan suami istri Diperum dan Maya.

Karena gaduh akibat aksi pembunuhan itu, kedua anak korban, Sarah Boru Nainggolan, 9, dan Arya Nainggolan, 7, yang berada di kamar terbangun untuk bertanya apa yang terjadi. Sadar bahwa kedua bocah itu tak tahu apa yang baru saja terjadi, tersangka mengatakan bahwa Daperum dan Maya sakit.

Haris sempat membawa Sarah dan Arya kembali ke kamarnya. Bahkan tersangka menidurkan bocah tersebut, namun akhirnya Haris mencekik leher kedua anak itu hingga meninggal dunia.

Sumber : Suara.com

Kolom 19 hours ago

Jelalatan