2 Keganjilan di Malam Pembunuhan Keluarga Gaban Nainggolan

Tim Puslabfor Mabes Polri melakukan olah tempat kejadian perkara di rumah kios tempat perisitiwa pembunuhan satu keluarga, di kawasan Jatirahayu, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (13/11 - 2018). (Antara/Risky Andrianto)
14 November 2018 21:20 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, BEKASI -- Apa yang terjadi seputar pembantaian terhadap keluarga Daperum Nainggolan alias Gaban Nainggolan di Bekasi, Selasa (12/11/2018), masih menyisakan misteri. Selama bertahun-tahun keluarga itu tak pernah menerima tamu saat dini hari, namun malam itu anjing menggonggong sangat keras dan lama.

Belum diketahui siapa pelaku pembunuhan itu. Motif pelaku menghabisi nyawa Daperum, 38; istrinya Maya Ambarita, 37; serta dua anak mereka yang masih kecil, Sarah Nainggolan, 9, dan Arya Nainggolan, 7, belum diketahui.

Namun, salah satu tetangga korban bernama Jimmy mengatakan anjing milik Gaban sempat menggongong pada Selasa (12/11/2018) dini hari pukul 02.00 WIB. Biasanya, anjing di rumah itu menggonggong saat melihat orang asing.

”Anjing Pak Gaban selalu menggonggong kalau melihat orang asing. Selasa dini hari itu, saya sempat mendengar anjingnya menggonggong keras dan cukup lama,” kata Jimmy, Rabu (14/11/2018).

Ia menuturkan, ibu-ibu sekitar rumah korban juga mengakui mendengar anjing peliharan keluarga tersebut menggonggong saat malam kejadian. Namun, orang sekitar kala itu tidak ada yang keluar untuk melihat situasi. Mereka mengaku tidak menaruh curiga atas gonggongan anjing tersebut.

Padahal, selama empat tahun Jimmy tinggal di kontrakan tersebut, tidak pernah ada tamu yang mengunjungi rumah korban pada pukul 02.00 WIB.

"Kalau ada tamu keluarga Gaban yang tak dikenal si anjing, pasti menggonggong. Tapi kami malam itu tak keluar rumah, sebab memang tak pernah ada tamu datang ke rumah mereka pada waktu dini hari,” jelasnya.

Kejanggalan lain diceritakan seorang petugas keamanan sekolah bernama Muhammad Soleh. Dia mengaku menyaksikan sebuah mobil misterius melaju kencang meninggalkan rumah keluarga korban ke arah Jl Hankam Raya pada saat kejadian.

"Saya sedang menonton televisi di tempat jaga. Jam setengah 3 pagi ada mobil melaju kencang sekali sampai polisi tidur saja dihajar terus itu," kata Soleh.

Soleh tidak bisa jelas mengingat merek mobil maupun nomor polisi. Dia hanya mengingat warna dari mobil tersebut. "Warnanya gelap tapi jenis mobilnya saya tak tahu. Minibus begitu,” kata dia.

Paginya, Soleh terkejut ada kasus pembunuhan satu keluarga yang terjadi tidak jauh dari pos tempat ia berjaga. Dirinya mengakui mendengar kabar tersebut dari warga sekitar. Gaban dan keluarganya ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumah Jalan Bojong Nangka 2 RT2/RW7 Pondok Melati, Pondok Gede, Bekasi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pihaknya membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus tersebut. Polisi telah memeriksa 12 saksi, namun belum mengidentifikasi terduga pelaku.

Sumber : Suara.com

Kolom 21 hours ago

Jelalatan