Rizieq Tuding Jokowi Pencitraan, Ma'ruf Amin: Itu Konsekuensi Kerja

Ma'ruf Amin bersiap menyerahkan sorbannya yang terjual Rp125 juta kepada pembeli pada lelang di Konser Nasyid dan Sholawat untuk Kerukunan Bangsa, Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (20/10 - 2018). (Antara/Hafidz Mubarak A)
10 November 2018 23:00 WIB Adib Muttaqin Asfar/Antara Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Rizieq Shihab kembali membuat pernyataan yang menyinggung Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah kasus bendera hitam di rumahnya di Mekkah. Calon wakil presiden nomor urut 1, Ma'ruf Amin, menanggapi ucapan Rizieq dengan nada santai.

Ma'ruf mengatakan Presiden Jokowi tidak pernah melakukan pencitraan terhadap publik. Namun, citra yang muncul, kata dia, adalah konsekuensi dari kerja Jokowi.

"Saya kira Pak Jokowi itu bekerja, bekerja, dan bekerja. Dari kerja itu lahir citra bagus, jadi konsekuensi saja," kata Ma'ruf Amin di Jakarta, Sabtu (10/11/2018).

Pernyatan Ma'ruf itu menanggapi pernyataan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) yang disebar melalui video di Youtube. Jokowi, KBRI, dan beberapa pihak disebut dalam video itu.

Ma'ruf menekankan bahwa niat Presiden semata-mata membangun kesejahteraan masyarakat. Jika citra positif muncul akibat kinerja Presiden, hal itu tidak dapat disebut sebagai pencitraan. "Kerjanya itu yang menimbulkan ada citra yang bagus," katanya.

Ma'ruf menilai tudingan Jokowi hanya melakukan pencitraan adalah tudingan berlebihan. Dalam video itu, setelah mengklarifikasi tentang kasus bendera hitam di rumahnya, Rizieq meminta Jokowi tidak hanya fokus melakukan pencitraan, tetapi penegakan hukum secara adil.

"Nah akhirnya, kepada bapak Presiden Republik Indonesia yaitu kepada bapak Jokowi, saya dari kota suci Makkah Almukarromah, memperingatkan kepada anda untuk memperhatikan betul aparat-aparat anda para pejabat yang ada dibawah anda, baik di dalam maupun di luar negeri," kata Rizieq dalam video yang diunggah di channel Front TV tertanggal 9 November 2018 itu.

"Jangan biarkan keadilan itu dilanggar, jangan biarkan hukum itu dikangkangi, anda sebagai Presiden anda punya tanggung jawab yang sangat luar biasa, tegakkan keadilan, tegakkan keadilan, tegakkan keadilan, jangan selalu anda hanya fokus kepada pencitraan," katanya.