Basarnas Tutup Operasi Pencarian Lion Air PK-LQP, Dilanjutkan SAR Jakarta & Bandung

Personel Basarnas melakukan penyelaman untuk mencari korban pesawat Lion Air bernomor penerbangan JT-610 rute Jakarta-Pangkalpinang yang jatuh di laut utara Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10 - 2018). (Antara/H0/Basarnas)
10 November 2018 18:44 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Operasi pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610 secara terpusat oleh Kantor Pusat Basarnas dinyatakan selesai. Namun, operasi SAR akan terus berlanjut yang dilakukan oleh Kantor SAR Jakarta dan Kantor SAR Bandung.

Kepala Basarnas Marsdya TNI M Syaugi menutup secara terpusat operasi SAR pada Sabtu (10/11/2018) siang pukul 13.30 WIB. Selanjutnya, dua tim dari SAR Jakarta dan Bandung akan terus melaksanakan siaga dan penyisiran di last know positioning (LKP) dan pesisir pantai Tanjung Pakis, Karawang.

Dengan penutupan ini, maka Posko Terpadu di JICT 2 Pelabuhan Tanjung Priok otomatis juga ditutup. Selanjutnya, Posko berada di Kantor SAR Jakarta dan Kantor SAR Bandung.

Dalam rilis Basarnas yang diterima Solopos.com, Sabtu, penutupan terpusat operasi ini dilakukan setelah Kabasarnas selaku SAR Coordinator (SC) melakukan analisa dan berkoordinasi dengan seluruh stakeholder terkait. Basarnas juga menerima masukan dari berbagai pihak dan melihat data-data di lapangan sampai hari terakhir perpanjangan waktu pelaksanaan operasi.

"Tolok ukur operasi SAR adalah korban. Namun, sejak siang kemarin [Jumat, 9/11/2018] hingga siang ini, tim SAR sudah tidak menemukan korban lagi. Karena itulah, operasi SAR secara terpusat, saya nyatakan ditutup," kata Kabasarnas didampingi Ketua KNKT Soerdjanto dan perwakilan potensi SAR lainnya saat konferensi pers di Posko Terpadu JICT 2 Pelabuhan Tanjung Priok, dikutip Solopos.com dari keterangan resmi.

Kabasarnas meminta maaf kepada seluruh masyarakat khususnya keluarga korban jika selama operasi SAR terdapat kesalahan atau kekurangan. Syaugi juga meminta doa agar tim DVI dapat segera mengidentifikasi seluruh korban dari 196 kantong jenazah yang telah berhasil dievakuasi tim SAR. Dia juga mendukung tim KNKT yang masih melanjutkan operasi pencarian cockpit voice recorder (CVR)--bagian dari kotak hitam--agar segera ditemukan.

Sebelumnya, Basarnas memperpanjang operasi SAR 2 x 3 hari. Sesuai Standard Operating Procedure (SOP), operasi SAR dilaksanakan selama 7 hari. Apabila, masih ada kemungkinan korban ditemukan, maka operasi ditambah 3 hari lagi. Selanjutnya, jika perpanjangan 3 hari tersebut masih kurang dan masih ada lagi tanda-tanda meyakinkan ditemukan korban, maka ditambah lagi selama 3 hari.

Dalam operasi hari ini, Basarnas mengerahkan 40 penyelam Basarnas Special Group (BSG). Mereka melakukan penyapuan dengan anchor point Kapal Baruna Jaya I pada radius 250 meter persegi. Sedangkan alut yang digunakan meliputi 3 unit KN SAR (Sadewa, Basudewa, dan Rescue Boat 206), 4 Rubber Inflatable Boat (RIB), dan 4 LCR (perahu karet).

Sementara tim yang beroperasi di permukaan air, termasuk tim yang melakukan penyisiran dari Perairan Karawang hingga Tanjung Pakis juga nihil.
Selama 13 hari, tim SAR telah berhasil mengevakuasi 196 kantong jenazah yang telah diberi label oleh tim DVI dan telah diserahkan ke RS Polri Kramat Jati.

Pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610 rute Cengkareng - Pangkalpinang mengalami kecelakaan 13 menit setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (29/10/2018) pagi. Pesawat dengan personal on board sebanyak 189 orang itu jatuh di kawasan Perairan Karawang, Jawa Barat.

Sumber : Humas Basarnas