Begini Tafsiran Sandiaga Soal Sindiran Politik Genderuwo Jokowi

Sandiaga Uno (Instagram - @sandiuno)
10 November 2018 17:15 WIB Feni Freycinetia Fitriani Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Saling balas pernyataan terus bergulir antara kubu Jokowi-Ma'ruf dengan Prabowo-Sandiaga soal "politik genderuwo". Calon wakil presiden Sandiaga Salahudin Uno meminta pemerintah mewaspadai genderuwo ekonomi.

Sandiaga menilai sosok genderuwo adalah genderuwo ekonomi rente, pangan, dan genderuwo yang membuat ekonomi negeri ini lemah dan tidak mandiri.

“Saya tidak ingin berkomentar yang negatif tapi mungkin yang dimaksud Pak Presiden itu politisi atau politik genderuwo itu yang berkaitan dengan ekonomi rente, mafia ekonomi, mafia pangan atau mafia lainnya sebagai genderuwonya ekonomi," katanya seperti dikutip dalam siaran pers, Sabtu (10/11/2018).

Dia mengatakan hal tersebut menggerogoti ekonomi Indonesia sehingga lemah, tidak mandiri, dan tergantung terhadap faktor eksternal. Menurutnya, genderuwo ekonomi ini memang harus dienyahkan, baik sebagai operator ekonomi dan politikus yang ada di belakangnya. Pasalnya, kata Sandi, genderuwo ekonomi ini yang membuat harga- harga melangit dan lapangan pekerjaan semakin sulit didapat.

“Saya sependapat dengan Pak Jokowi, genderuwo ekonomi ini menjadi musuh bersama. Kita patahkan political genderuwo ekonomi dengan para politisi yang mendukungnya. Ini peringatan dari Presiden,” ujarnya.

Sandi menambahkan ciri-ciri genderuwo, tidak terlihat tapi menakutkan dan merusak. Genderuwo senang berada di ruang gelap. Menurut Sandi, dirinya dan Prabowo fokus pada perbaikan ekonomi Indonesia di 2019 dengan penciptaan dan ketersediaan lapangan kerja serta harga-harga bahan kebutuhan pokok yang stabil dan terjangkau.

“Kita ingin ekonomi yang sehat, transparan, tidak ada ruang gelap. Supaya para genderuwo kabur,” kata mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyindir aksi para politikus yang gemar menyebar propaganda menakutkan yang disebutnya sebagai politik genderuwo. Di hadapan 3.000 penerima sertifikat di Kabupaten Tegal, Jokowi mengemukakan bahwa saat ini banyak politikus yang sering melontarkan pernyataan-pernyataan yang menakutkan.

Menurutnya, cara berpolitik semacam itu bukanlah berpolitik yang beretika. Pasalnya, masyarakat digiring ke arah ketidakpastian dan ketakutan sehingga terkesan kondisi Indonesia mencekam.

Sumber : Bisnis/JIBI