Sapa Warga Solo, Menhub dan Menko PMK Bagi-Bagi Hadiah

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menyapa masyarakat Soloraya dalam acara Dialog Nasional 30 Indonesia Maju di Diamond Solo Convention Center, Solo, Sabtu (10/11 - 2018). (Solopos/Irawan Sapto Adhi)
10 November 2018 12:20 WIB Irawan Sapto Adhi Nasional Share :

Solopos.com, SOLO – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani dan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya hadir menyapa masyarakat Soloraya dalam acara Dialog Nasional 30 Indonesia Maju di Diamond Solo Convention Center, Solo, Sabtu (10/11/2018).

Budi Karya tampil pertama menyapa ribuan orang yang kebanyakan ibu-ibu tersebut. Dia menyampaikan tujuan dirinya dan Menko PMK kali ini hadir di Kota Bengawan untuk menyampaikan hasil kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK). Dia pun beberapa kali memuji sosok Presiden Jokowi yang layak dijadikan sebagai panutan atau motivasi.

"Saya itu pembantu Pak Jokowi, ditugaskan untuk menyampaikan hasil kerja selama 4 tahun ini. Pak Jokowi kalau kerja luar biasa. Tidak ada tanggalan merah. Pak Jokowi kalau kerja enggak ada liburnya. Karena Pak Jokowi luar biasa, saya harus luar biasa," kata Budi di panggung, Sabtu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, ribuan orang yang hadir di Diamond Solo Convention Center menjadi peserta Dialog Nasional adalah mereka para penerima manafaat Program Keluarga Harapan (PKH). Budi menegaskan kepada para peserta Dialog Nasional itu, bahwa program-program yang telah dikerjakan Presiden Jokowi bukanlah untuk keuntungan sendiri, tapi masyarakat.

"Saya ditugaskan Pak Presiden menyampaikan kepada ibu-ibu khususnya, membangun itu tidak untuk untung sendiri. Nyatanya Gibran jualan pisang [martabak maksudnya] kan? Saya sekarang khusus datang sama Mbak Puan ingin menyampaikan sendiri," jelas Budi.

Budi sempat menyinggung soal isu Presiden Jokowi anti-Islam. Dia membantah hal tersebut. Sebagai buktinya, Budi menampilkan informasi mengenai Presiden Jokowi yang masuk dalam daftar 20 besar tokoh muslim berpengaruh di dunia versi The Muslim 2018.

"Soal muslim, ada satu lembaga yang memasukkan Pak Jokowi dalam daftar 20 besar tokoh muslim berpengaruh di dunia versi The Muslim 2018. Kalau bilang Pak Jokowi anti-Islam, itu fitnah. Saya tahu persis. Pak Jokowi itu salat dan lain sebagainya," tutur Budi.

Program Keluarga Harapan
Puan Maharani dalam Dialog Nasional juga menyampaikan informasi mengenai hasil kerja pemerintahan Jokowi-JK. Dia menyebut, yang dibangun Presiden Jokowi itu semata-mata untuk masyarakat Indonesia. Hasilnya, yakni penuruan angka kemiskinan. Puan meyakini angka kemiskinan di Indonesia bisa turun salah satunya karena adanya PKH untuk masyarakat.

"Bisa turun kenapa? Karena ada program PKH. Kenapa kami pilih ibu-ibu? Karena ibu-ibu cerewet, detail. Misalnya, beli cabai 1.000 itu dapat berapa? Dapatnya 3? Kalau dapat 2 enggak mau pasti ibu-ibu. Ibu-ibu itu juga peduli kepada keluarganya. Ibu-ibu kalau sama anak, inginnya kasih makan enak kan?" jelas Puan.

Puan menyebut biasanya penerima manfaat PKH terima juga Kartu Indonesia Pintar (KIP). Dia mengatakan saat awal Presiden Jokowi dilantik KIP baru diberikan 11 juta. Setelah itu KIP terus ditambah. Puan menuturkan sekarang penerima KIP mencapai 19,7 juta anak di Indonesia, plus yatim piatu, siswa madrasah dan pesantren. Dia menegaskan anak-anak Indonesia diarahkan bisa mengenyam dunia pendidikan minimal 12 tahun sekolah.

"Tahun 2017 sudah ada 6 juta keluarga penerima manfaat. Tahun 2018 ada 10 juta KPM. Nanti pada 2019 kami tambah lagi menjadi 15, 5 juta KPM. Ibu-ibu saya harap ke depan bukan hanya menjadi penerima manfaat tapi bisa mandiri, menghasilkan untuk keluarga," tutur Puan.

Soal KIS, Puan menyebut, Pemerintah menargetkan akan memberikan kepada 194 juta jiwa. Tapi, target itu akan dicapai secara bertahap. "Pada 2014 sudah ada 85,4 juta jiwa. 2018 ada 92,4 juta. Untuk Kartu Indonesia Sehat, pemerintah akan memberikan kepada 194 juta jiwa. Tapi nanti. Belum. Harus secara bertahap," jelas Puan.

Setelah Budi Karya dan Puan Maharani menyampaikan paparan, acara dilanjut dengan bagi-bagi hadiah. Mereka membagi hadiah kepada para peserta yang berani maju menjawab pertanyaan dan menerima tantangan. Hadiah antara lain berwujud sepeda motor listrik, helm, rice cooker, dan lain- lain.