Integritas Pemilih

Singgih Januratmoko - Istimewa
09 November 2018 19:27 WIB Singgih Januratmoko Kolom Share :

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (6/11/2018). Esai ini karya Singgih Januratmoko, calon anggota DPR dari Partai Golkar di Daerah Pemilihan Jawa Tengah V. Alamat e-mail penulis adalah janucenter.singgih@gmail.com.

Solopos.com, SOLO -- Saya mengapresiasi tulisan Thontowi Jauhari berjudul Integritas Caleg. Esai itu sangat menggelitik calon anggota legistatif yang sedang bertarung saat ini (Solopos edisi Kamis, 1 November 2018).

Tulisan tersebut bisa jadi peringatan bagi para politikus yang kini terjun ke gelanggang politik sesungguhnya. Kekhawatiran Thontowi memang beralasan kuat mengingat fakta maupun realitas calon anggota legislatif yang minim integritas cukup terlihat jelas, baik di daerah maupun pusat.

Saya sesungguhnya berkeinginan menjawab kegalauan itu karena partai politik sesungguhnya juga menginginkan kader yang berintegritas tinggi. Proses perekrutan di partai politik untuk maju sebagai calon anggota legislatif tidak mudah, perlu proses lama dan bertahap.

Berbagai persyaratan harus dipenuhi lebih dulu oleh calon anggota legislatif sebelum final berstatus sebagai calon anggota legislatif. Proses ini membuktikan partai politik memang serius mengusung calon anggota legislatif yang punya integritas tinggi.

Partai politik sadar bahwa calon anggota legislatif yang tidak berintegritas akan membuat popularitas dan elektabilitas partai merosot. Partai politik senantiasa menjaga sisi integritas agar publik lebih percaya dan memilih partai politik tersebut.

Menjaga integritas calon anggota legislatif ibarat menjaga nama baik dan muruah partai politik. Tindakan partai politik biasanya selalu tegas dan tiada ampun kepada calon anggota legislatif yang terjerat kasus korupsi.

Kurang tepat kalau dikatakan partai politik lebih memprioritaskan dan menspesialkan calon anggota legislatif petahana. Biasa kalau petahana mendapatkan nomor urut satu, tetapi bukan berarti partai politik lalu memprioritaskan calon anggoat legislatif nomor urut satu yang harus jadi.

Pertarungan politik bukan pada nomor urut, tetapi sejauh mana masing-masing calon anggoat legislatif mampu meraih suara terbanyak untuk dirinya sendiri. Meski bukan petaha, kalau dukungan mampu mengungguli raihan suara petahana maka calon anggota legislatif tersebut yang melenggang ke gedung wakil rakyat.

Janji

Calon anggota legislatif petahana belum tentu dapat memuaskan pemilih sebelumnya. Janji-janji seorang petahana selalu ditagih konstituen. Petahana yang memiliki suara dan kekuasaan belum tentu mampu memenuhi aspirasi masyarakat.

Kekecewaan yang terakumulasi justru membuat petahana tumbang di tengah jalan menuju penyaringan calon anggota legislatif. Petahana sangat mudah mendapatkan serangan dari lawan politik, rival politik, maupun konstituennya sendiri.

Bila calon anggota legislatif petahana berintegritas rendah, maka lawan politik, rival politik, maupun konstituen tidak akan mau memilih. Rendahnya integritas akan memengaruhi elektabilitas petahana maupun partai politik.

Partai politik yang mengusung calon anggota legislatif muka baru adalah bukti memberi pilihan bagi publik untuk memilih calon anggota legislatif yang lebih baik. Partai politik ingin membangun siklus politik lebih baik dan menarik simpati publik sebagai cara regenerasi politik.

Ekspektasi publik terhadap calon anggoat legislating yang berintegritas tentu butuh kerja keras partai politik dan kerja sama dengan semua pihak. Integritas harus dibangun lewat pemilih juga.

Pemilih tak akan mendapatkan calon anggota legislatif berintegritas kalau pemilih tidak berintegritas. Para pemilih yang pragmatis kelak hanya menghasilkan wakil rakyat yang tak berintegritas pula.

Integritas pemilih harus mulai dibangun oleh calon anggoat legislatif dengan menunjukkan dan mengajarkan integritas sebagai calon panutan publik maupun wakil rakyat.

Calon anggota legislatif harus punya niat baik. Harus sabar dan terus-menerus menyakinkan konstituen bahwa politik itu jalan mulia. Politik menjadi pintu pembuka bagi jalan kemaslahatan rakyat.

Hukum Sebab Akibat

Politik adalah jalan suci guna membawa kepentingan publik dan kepentingan negara seiring berjalan secara mesra. Melalui jalur politik akan menyelesaikan banyak kesulitan maupun membuat terobosan kebijakan yang menciptakan kesejahteraan rakyat.

Membangun integritas pemilih ibarat mengajarkan kebaikan bagi masa depan nusa dan bangsa. Pemilih yang baik pasti akan memilih calon anggota legislatig caleg yang baik pula.

Pemilih yang rasional akan melihat, mencermati, dan menjatuhkan pilihan kepada calon anggoat legislatif caleg yang berintegritas. Hukum sebab akibat antara calon anggota legislatif berintegritas dengan pemilih berintegritas tidak akan jauh jawabannya.

Calon anggota legislatif berintegritas perlu memahamkan rakyat bahwa jual beli suara tidak baik bagi masa depan demokrasi bangsa. Demokrasi harus bermakna membangun etika dan nilai kehidupan yang lebih baik.

Demokrasi bukan berarti bebas dengan segala cara, tetapi bebas dengan cara yang baik dan beretika. Demokrasi adalah jalan menuju model atau sistem nilai yang lebih baik. Calon anggoat legislatif maupun pemilih harus bersama-sama menjaga iklim dan budaya demokrasi yang baik pula.

Pemilih yang berintegritas perlu mengajarkan dan mengingatkan calon anggota legislatifr yang tidak menjaga integritas. Bila ada petahana yang tak bisa menjaga integritas, perlu diberi pelajaran dengan tidak dipilih lagi.

Pelajaran

Rakyat sebagai pemilih dapat memilih calon wakil rakyat baru yang punyai komitmen, profesional, dan berintegritas tinggi. Jangan memilih calon anggota legislatif yang tidak punya integritas sebagai pelajaran.

Calon anggoat legislatif yang bertintegritas adalah yang mampu menjaga amanah rakyat. Memilih calon anggota legislatif baru yang berintegritas menjadi harapan baru bagi demokrasi dan masa depan bangsa.

Tidak ada salahnya petahana yang minim integritas tidak dipilih lagi karena amanah saat menjabat sebagai wakil rakyat tidak dijalankan.

Saya mengakui bahwa beban calon anggota legislatif juga sangat berat ketika pemilih tidak berintegritas. Calon anggota legislatif juga perlu menyeleksi pemilih yang memiliki nilai dan integritas tinggi agar mau memilih dirinya.

Jangan salahkan calon anggota legislatif kehilangan integritas karena pemilih juga tak mau menjaga integritas mereka. Membangun integritas pemilih memang menjadi tugas baru calon anggoat legislatif yang ingin menjadi wakil rakyat.