Video: Bertengkar dengan Donald Trump, Reporter CNN Diboikot dari Gedung Putih

Presiden AS Donald Trump adu mulut dengan salah satu reporter CNN, Jim Acosta, pada konferensi pers di Gedung Putih, Washington DC, AS, Rabu (7/11 - 2018). (Reuters/Kevin Lamarque)
09 November 2018 15:00 WIB Ginanjar Saputra Internasional Share :

Solopos.com, WASHINGTON DC — Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, terlibat adu mulut dengan Jim Acosta, salah satu reporter dari salah satu media ternama di AS, CNN, saat konferensi pers, Rabu (7/11/2018) waktu setempat. Adu mulut yang melibatkan orang nomor wahid di AS itu bermula kala Acosta menanyakan tentang tanggapan Trump soal migran dari Amerika Tengah yang menuju AS.

Selain itu, reporter CNN tersebut juga menanyakan soal campur tangan pemerintah Rusia terkait kemenangan Trup pada Pemilihan Presiden AS 2016 lalu. Trump yang tampak tak suka dengan pertanyaan tesebut, kemudian memerintahkan seorang staf Gedung Putih untuk mengambil mikrofon si reporter.

Bukan hanya itu, Trump bahkan melontarkan pernyataan mengejutkan tentang Jim Acosta yang menurutnya tak pantas bekerja sebagai reporter di CNN. "CNN seharusnya malu pada telah mempekerjakan Anda," ujar Trump seperti dikutip Reuters, Kamis (8/11/2018).

Bukan hanya itu, orang nomor satu di Negeri Paman Sam tersebut juga menyebut Jim sebagai sosok yang mengerikan. "Kamu kasar, kamu orang yang mengerikan," lanjutnya.

Video adu mulut antara presiden AS dan reporter CNN itu dengan cepat menyebar di berbagai media sosial. Sampai-sampai video itu juga memicu komentar dari Juru Gedung Putih, Sarah Sanders.

Jim Acosta Diboikot dari Gedung Putih

Sarah Sanders menyebut perilaku Acosta benar-benar tidak dapat diterima dan Acosta diboikot dari Gedung Putih untuk jangka waktu yang belum ditentukan.

Sanders juga menuduh Acosta berusaha memegang-mengang salah satu perempuan yang diperintahkan Trump untuk mengambil mikrofonnya pada konferensi pers tersebut. Perempuan itu adalah salah satu karyawan magang di Gedung Putih.

Sementara itu, Jim Acosta juga mengungkapkan dirinya telah diberitahu Secret Service Gedung Putih jika dirinya telah diboikot untuk jangka waktu yang belum ditentukan. "Saya telah diboikot masuk ke Gedung Putih. Secret Service memberi tahu saya Rabu [7/11/2018] pukul 20.00 [waktu setempat]," ungkap Acosta melalui akun Twitternya, @Acosta.