Bukan Ditahan, Habib Rizieq Ngaku Diminta Menginap di Kantor Polisi Saudi

Foto Rizieq Shihab bersama polisi Arab Saudi yang beredar di media sosial. (Twitter - @beritaA1)
09 November 2018 23:53 WIB Jafar Sodiq Assegaf Nasional Share :

Solopos.com, SOLO - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab akhirnya muncul dalam sebuah video klarifikasi yang diunggah akun Youtube Front TV, Jumat (9/11/2018) malam WIB. Rizieq membantah sejumlah tudingan yang berkembang di Indonesia.

Dalam video itu Rizieq tampil bersama istrinya, Syarifah Fadhlun Yahya, dan ketiga orang putrinya. Rizieq berbicara panjang lebar mengenai kasus yang menimpanya sekaligus mengklarifikasi soal status kuasa hukum Kapitra Ampera.

"Dalam pertemuan saya bersama dengan para aparat keamanan Saudi tadi, mereka meminta kesediaan saya untuk ikut ke kantor polisi dalam rangka untuk dimintai keterangan," kata Habib Rizieq dalam video yang sempat disiarkan secara langsung itu.

"Jadi tidak betul kalau ada berita saya ditangkap, saya ditahan, rumah saya disergap kemudian digeledah, itu semua bohong," imbuhnya.

"Mereka datang dengan santun, dengan sopan, kemudian meminta saya selaku penghuni rumah untuk menemui mereka di lapangan parkir di belakang rumah saya, maka saya segera menemui mereka," ungkapnya.

Di kantor polisi, Habib Rizieq ditanya soal berbagai hal termasuk soal pemasangan poster itu. Pemeriksaan berlangsung hingga tengah malam.

"Nah karena sudah lewat tengah malam, maka pihak kepolisian minta saya istirahat, dan untuk menginap saja di sana, karena ada beberapa bagian yang harus dirapikan terkait daripada administrasi di kantor polisi. Saya setuju, saya menginap di sana, keesokan harinya kemudian dilanjutkan yaitu satu dua pertanyaan, selesai itu kemudian mereka rapikan administrasinya," ucap Habib Rizieq.

Menurut Habib Rizieq, kepolisian Arab Saudi menyatakan dirinya sebagai korban. Dia pun dipersilakan pulang ke rumahnya.

"Polisi memahami betul ada pihak-pihak yang sampai saat ini masih dicari, ingin memfitnah saya terkait dengan organisasi ISIS, terkait dengan tindak terorisme dan lain sebagainya, untuk membuat saya menjadi bermasalah di Saudi Arabia," kata Habib Rizieq.

Habib Rizieq menyebut benda yang terpasang di kediamannya itu bukan bendera, melainkan poster yang dipasang dengan double stip. Dia mengatakan poster itu dipasang oleh orang tak dikenal.

"Ada satu pihak, entah seseorang atau mungkin lebih dari satu orang, telah menempelkan dengan double stip, yaitu suatu poster yang terbuat dari plastik, di dinding rumah saya atau tempat tinggal saya atau kami semua, bagian sebelah luar, yaitu di wilayah belakang rumah," ungkap Rizieq, Jumat (9/11/2018).