Masinis Kereta Sudah Peringatkan Penonton Surabaya Membara di Viaduk

Penonton menghindari kereta api yang melintas di viaduk Jl. Pahlawan, Surabaya, Jumat (9/11 - 2018) malam. (Twitter @infogresik)
09 November 2018 23:34 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Masinis kereta api KRD jurusan Sidoarjo - Surabaya Pasar Turi sudah memberi peringatan saat melintasi viaduk Jl Pahlawan Surabaya, Jumat (9/11/2018) malam. Melintasnya kereta itu berimbas jatuhnya sejumlah orang yang menonton drama kolosal Surabaya Membara dari viaduk.

"Kereta api sudah membunyikan semboyan 35 [seruling lokomotif] saat melintas di viaduk," ujar Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Gatut Sutiyatmoko saat memberikan konfirmasi peristiwa itu, di Surabaya.

Selain itu, kata Gatut, kereta tersebut sudah mengurangi laju kecepatan sampai 15 km/jam. Padahal kecepatan normal kereta di jalur tersebut hanya 30 km/jam.

Sebanyak 11 orang terjatuh dari viaduk Jl Pahlawan yang merupakan rel kereta api saat menonton drama memperingati Hari Pahlawan 10 November Surabaya. Tiga orang dipastikan meninggal dunia dan lainnya luka-luka. Dua korban meninggal berada di RSUD dr Soetomo, dan 1 korban lainnya di RS Soewandi Surabaya.

Jalur kereta api tersebut, kata Gatut, merupakan rel aktif dan setiap hari dilewati kereta penumpang maupun kereta barang. "Sangat berbahaya bermain di jalur kereta api, apalagi di jembatan atau viaduk karena kereta api tidak dapat mengerem mendadak," katanya.

Gatut juga menjelaskan, bahwa sesuai peraturan setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api, termasuk menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain.

Sesuai Pasal 181 UU No 23/2007 tentang perkeretaapian, pada ayat (1) dijelaskan, setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api, menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalurkereta api, atau menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain, selain untuk angkutan kereta api.

Kemudian, di ayat (2) tertulis, ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak berlaku bagi petugas di bidang perkeretaapian yang mempunyai surat tugas dari Penyelenggara Prasarana Perkeretaapian.

Sumber : Antara