BPJS Kesehatan Hentikan Uji Coba Sistem Rujukan Online

BPJS kesehatan. (Antara)
09 November 2018 20:30 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, SURABAYA -- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan melakukan evaluasi nasional dengan memberhentikan sementara uji coba penerapan sistem rujukan online bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS)

"Kemarin [Kamis, 8/11/2018] uji cobanya kita hentikan untuk evaluasi nasional, untuk kita dengar semua masukan yang ada. Tidak semua hasil uji coba itu jelek kok, banyak yang kemudian mendukung," kata Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jumat (9/11/2018).

Menurutnya, proses evaluasi itu akan dilangsungkan selama sebulan. Pada saat proses evaluasi itu, BPJS Kesehatan akan mengumpulkan pihak-pihak terkait seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Rumah Sakit Indonesia (PERSI), dan dari Kementerian Kesehatan, untuk meminta masukan-masukan.

Rencananya setelah proses evaluasi, BPJS Kesehatan akan kembali melakukan uji coba kedua penerapan sistem rujukan daring bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Fachmi meyakini, sistem rujukan daring ini harus diterapkan di Indonesia. Namun masih ada aturan-aturan yang mesti diperbaiki.

"Prinsipnya semua sangat memahami bahwa sistem rujukan ini harus kita bangun, tinggal nanti dimana keberatan-keberatan kita lihat secara objektif. Setelah evaluasi, akan masuk uji coba golongang kedua pascaevaluasi," jelasnya.

Dia menegaskan, sistem rujukan daring digagas lantaran BPJS Kesehatan ingin memudahkan dan memberi kepastian bagi para pesertanya. Diharapkan pasien lebih mudah memilih sarana pelayanan, dan tidak perlu mengantre dalam waktu yang cukup panjang.

"Kita ingin distribusinya bagus itu memudahkan. Kedua, memastikan dokter yang praktik dan lainnya, jam berapa, sehingga ada kepastian saat datang ke rumah sakit peserta ketemu dokter yang sesuai kompetensinya," kata Fachmi.

Sumber : Antara