Wiranto Sebut Aksi Bela Tauhid Ditunggangi HTI

Pengunjuk rasa mengikuti aksi protes pembakaran bendera berkalimat Tauhid di depan Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (26/10 - 2018). (Antara/Bayu Satrio Wibowo)
09 November 2018 15:31 WIB News Editor Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto menyebut aksi bela tauhid ditunggangi oleh organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang telah dibubarkan dan pihak-pihak dengan kepentingan politik.

"Untuk demonstrasi yang dua kali itu ternyata memang ditunggangi kelompok-kelompok yang memanfaatkan untuk kepentingan politik, dimanfaatkan untuk teman-teman HTI tetap eksis," kata Wiranto seusai dialog dengan pimpinan ormas Islam di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Untuk itu, mantan Panglima TNI itu mengingatkan kepada umat Islam yang hendak melakukan demonstrasi untuk berhati-hati dan mewaspadai adanya kepentingan terselubung. Demonstrasi yang terkadang bertujuan baik untuk membangun suatu pemahaman positif, kata dia, dapat ditunggangi kelompok lain untuk kepentingan politik.

Selama ini, ujar Wiranto, masih terjadi perdebatan cukup sengit tentang pembakaran bendera dari berbagai sudut pandang. Sebagian orang menyebutnya sebagai bendera HTI, namun sebagian lain menyebutnya bendera tauhid.

Polisi telah menjalankan proses peradilan kepada pembakar atau pun pembawa bendera, tetapi aksi bela tauhid tetap digelar sebanyak dua kali. Kini, dialog antara pemerintah dan para pemimpin ormas Islam tentang peristiwa pembakaran bendera di Garut itu telah mencapai kesepakatan dan diharapkan tidak terdapat kegaduhan kembali. Wiranto berencana mengadakan dialog dan pertemuan secara berkala.

"Saya kira pertemuan seperti ini akan saya lakukan secara berkala, secara periodik agar kebesamaan kita, baik sesama umat Islam atau antaragama tetap terjaga," ucap Wiranto.

Sumber : Antara