Tentang Bravo-5, Penangkal Anggapan Purnawirawan TNI di Belakang Prabowo

Sandiaga Uno, Prabowo Subianto, Joko Widodo, dan Ma'ruf Amin dalam pengambilan nomor urut capres/cawapres di Gedung KPU, Jakarta, Jumat (21/9 - 2018) malam. (Reuters / Darren Whiteside)
08 November 2018 21:30 WIB Jaffry Prabu Prakoso Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 menjadi ulangan pertarungan antara Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo Subianto pada 2014 lalu. Di balik kemenangan Jokowi sebagai presiden di Pilpres 2014, ada kelompok yang memiliki peran cukup penting.

Grup itu bernama Tim Bravo-5. Sang Ketua Jenderal (Purn) Fachrul Razi membeberkan tujuan tim ini berdiri.

Bravo-5 dibentuk pada 2013 saat menghadapi Pilpres 2014. Misinya adalah untuk membangun situasi yang lebih kondusif bagi pemilu dan pemilihan presiden pada saat itu.

“Kenapa? waktu itu kan tetap ada dua calon seperti sekarang ini. Ada Pak Jokowi yang non TNI, ada Pak Prabowo yang TNI atau mantan TNI. Kalau Bravo-5 tidak muncul yang nyata-nyata mendukung Pak Jokowi, akan gampang dicitrakan bahwa keluarga besar TNI ada di belakang Prabowo Subianto,” katanya di Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Fachrul menjelaskan bahwa begitu Bravo-5 hadir diinisiasi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan bersama para purnawirawan, semua orang membuka mata bahwa keluarga dan purnawirawan TNI tidak semuanya berada di belakang Prabowo.

“Sehingga dengan demikian orang akan lebih bebas memilih situasi demokrasi akan lebih kondusif. Itu yang kami inginkan,” jelasnya.

Ketika banyak orang bertanya mengapa sebagai pensiunan jenderal tidak mendukung satu almamater juga, Fachrul menegaskan dirinya tetap memiliki jiwa korsa dan tidak akan pernah hilang hingga akhir hayatnya. Ketika dihadapkan dengan kepentingan Indonesia, jiwa korsa ini harus disisihkan.

“Artinya, pada saat kita berhadapan dengan persoalan bangsa, memilih pemimpin bangsa, maka kita pilih yang terbaik tanpa mempersoalkan dia mantan TNI atau bukan TNI dan Jokowi adalah yang terbaik,” ungkap Fachrul.

Kemudian setelah tiga tahun Jokowi menjabat, Bravo-5 melihat evaluasinya sangat luar biasa dan di luar eksektasi orang banyak.

Menurutnya, hal  ini dibuktikan dengan apresiasi dari pengamat dan pejabat negara lain. Di sisi lain, kata dia, Jokowi tidak pernah berubah yang selalu bersahaja.

“Oleh karena itu, kita sudah pantas mendukung Joko Widodo dan yang sekarang berpasangan dengan Pak Maruf Amin untuk menjadi presiden mendatang,” tuturnya.

Sumber : Bisnis/JIBI