UGM Tunda Wisuda Mahasiswa yang Diduga Perkosa Mahasiswi

Ilustrasi pemerkosaan. (Solopos/Whisnupaksa Kridangkara)
08 November 2018 20:30 WIB Bernadheta Dian Saraswati Nasional Share :

Solopos.com, SLEMAN -- Universitas Gajah Mada (UGM) akhirnya memutuskan menunda wisuda mahasiswa yang diduga melakukan pemerkosaan terhadap mahasiswi saat kuliah kerja nyata di Seram, Maluku, 2017 lalu. Sedianya, mahasiswa Fakultas Teknik itu akan diwisuda pada 21-22 November 2018 mendatang.

Rektor UGM Panut Mulyono mengatakan setelah melakukan pertemuan pada Rabu (7/11/2018) sore, pihaknya memutuskan bahwa pelaku tidak akan dilakukan wisuda pada November ini.

"Keputusan kemarin [Rabu] bagi yang bersangkutan [pelaku] ditunda wisudanya sampai satu semester ke depan. Apakah ini memenuhi keadilan atau tidak bagi si penyintas [korban], sedang ditanyakan ke penyintas" katanya.

Pria yang pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik UGM ini mengatakan sejak awal bergulirnya kasus ini, UGM berkeyakinan bisa menyelesaikan kasus ini secara pribadi dengan menjunjung tinggi prinsip keadilan dan akademis. "Karena dua-duanya [korban dan pelaku] anak kami, kami ingin menyelesaikan dengan pola yang mendidik agar keduanya mendapat pelajaran tapi tidak ada yang dihancurkan," katanya.

Jika keputusan yang diberikan otoritas UGM masih dirasa tidak adil, Rektor mengaku siap mengikuti keinginan pihak korban untuk menyelesaikan kasus ini ke jalur hukum. "Tapi masa ini anak kita sendiri tapi penyelesaiannya ke hukum. Apakah kita tidak mampu menyelesaikan persoalan ini dengan menjunjung tinggi keadilan, nilai akademis, dan sebagainya?" ungkapnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik tidak berada di kantornya. Begitu juga dengan pejabat di Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) yang hendak dimintai konfirmasi terkait desakan kepada universitas agar memperbaiki sistem KKN UGM.

Sumber : Bisnis/JIBI