Tim Jokowi: Pemerintah Bantu Bebaskan Rizieq Shihab di Arab Saudi

Foto Rizieq Shihab bersama polisi Arab Saudi yang beredar di media sosial. (Twitter - @beritaA1)
08 November 2018 19:37 WIB John Andhi Oktaveri Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Capres Jokowi-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga, mengatakan bahwa bebasnya Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab terjadi dengan bantuan pemerintah Indonesia.

"Ternyata rilis dari teman-teman Kedubes Saudi menunjukkan bahwa pemerintah yang menangani dan men-support," kata Arya di Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Menurutnya, kecepatan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) yang langsung bergerak setelah menerima kabar Rizieq Shihab ditahan kepolisian Arab Saudi membuktikan bahwa pemerintah sangat melindungi setiap warga negaranya. Rizieq Shihab mendapatkan bantuan karena statusnya sebagai warga negara Indonesia (WNI).

"Itu menunjukkan bagaimana pemerintah Indonesia itu melindungi WNI di sana. Karena Rizieq tetap seorang WNI yang dilindungi pemerintah," katanya. Dia menambahkan bahwa kasus tersebut juga menunjukkan bahwa pemasangan bendera bertuliskan kalimat tauhid ternyata bisa bermasalah di Arab Saudi.

"Kalau ada yang bilang ada yang menempelkan bendera itu di sana, kalau tidak bermasalah ya tidak. Tapi ternyata bermasalah," ungkapnya.

"Itu cermin bagaimana ada penolakan juga. Ada kemiripan terhadap penolakan bendera tersebut. Tapi itu pun pemerintah Indonesia tetap memfasilitasi dan tetap berjuang untuk Habib Rizieq," kata Arya.

Habib Rizieq kembali menjadi perhatian. Kali ini, pimpinan FPI itu sempat diperiksa aparat keamanan Saudi karena kediamannya terpasang bendera hitam yang menggambarkan gerakan ekstrem.

Pihak FPI merespons polemik yang menyandera tokoh pimpinannya. Kuasa hukum FPI, Munarman mengatakan, Rizieq Shihab meminta pihak keamanan Saudi menyelidiki kasus pemasang bendera hitam di dinding luar rumahnya dan penyebar foto beliau saat berhadapan dengan aparat keamanan Saudi.

Sumber : Bisnis/JIBI