Twitter Ramai Tagar #kitaAGNI, Dukung Mahasiswi UGM Korban Pemerkosaan

Ilustrasi pemerkosaan. (Solopos/Whisnupaksa Kridangkara)
08 November 2018 16:40 WIB Septina Arifiani Nasional Share :

Solopos.com, JOGJA – Seorang mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) diduga mengalami kekerasan seksual saat kuliah kerja nyata (KKN) di Maluku. Sebenarnya peristiwa tersebut sudah santer dibicarakan sejak Desember 2017, namun baru mengemuka ke publik setelah diungkap oleh pers kampus UGM, Balairung Press, Senin (8/11/2018).

Peristiwa nahas yang menimpa mahasiswi Agni [bukan nama sebenarnya] mendapat banyak simpati dari berbagai pihak. Salah satu publik figur yang dengan tegas menyuarakan keprihatinan adalah sutradara Nia Dinata.

Di akun Twitternya, @tehniadinata, ia menyatakan dukungan gerakan #kitaagni dan meminta pihak berwenang mengusut tuntas kasus ini. “Saya mendukung gerakan #KITAAGNI karena #UGMDaruratKekerasanSeksual ini pelajaran untuk kampus-kampus di Indonesia. Usut tuntas & berpihaklah pada penyintas,” kicaunya, Senin. Nia Dinata juga menyertakan poster berisi kronologi dugaan pemerkosaan yang dialami oleh Agni.

Ditilik Solopos.com, Senin pukul 15.26 WIB, tagar #kitaAGNI menjadi trending topic di Twitter. Sebanyak 1072 netizen menyuarakan dukungan lewat tagar tersebut.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, artikel berjudul Nalar Pincang UGM atas Kasus Perkosaan yang terbit di laman balairungpress.com disebutkan Agni mengalami kekerasan seksual di lokasi KKN mahasiswa UGM di Maluku.

Dalam laporan itu, Balairung Press mengungkapkan pernyataan pejabat Departemen Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM) yang mengakui adanya kejadian itu. Mereka juga telah bertemu dengan mahasiswi yang menjadi korban kasus itu. Berdasarkan pengakuan korban, peristiwa itu terjadi pada 30 Juni 2017 dan pelakunya adalah mahasiswa berinisial HS.

Meski akhirnya korban melaporkan peristiwa itu, pelaku tak kunjung mendapatkan sanksi, bahkan korban justru mendapatkan nilai C untuk mata kuliah KKN tersebut. Korban pun meminta keadilan dan meminta pelaku mendapatkan sanksi atas perbuatannya.