Jadi Juara Dunia Angkat Besi, Ini Hadiah dari Presiden untuk Eko Yuli

Juara dunia angkat besi kelas 61 kg Eko Yuli Irawan menunjukkan 3 medali emas yang baru diperolehnya, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (8/11 - 2018) pagi. (Setkab.go.id)
08 November 2018 15:00 WIB Septina Arifiani Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA – Eko Yuli Irawan menorehkan prestasi besar di dunia olahraga internasional. Ia menjadi juara dunia angkat besi sekaligus pemegang rekor dunia kelas 61 kg.

Diundang ke Istana Merdeka, Jakarta, Eko Yuli berkesempatan bertemu dengan Presiden Jokowi. Ia datang bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dan Ketua Umum PB PABBSI (Persatuan Angkat Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia) Rosan Roslani, Kamis (8/11/2018).

“Bapak Presiden memberikan apresiasi kepada para juara dunia. Tadi juga disampaikan ada bonus khusus, selain dari PABBSI ini,” kata Menpora setelah mendampingi Eko Yuli Irawan, sebagaimana dilansir dari Setkab.go.id.

Menurut Menpora, bonus dari Presiden Jokowi untuk Eko Yuli Irawan sebesar Rp250 juta. Sementara dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Rp200 juta. “Ini belum dari Pak Rosan (Ketua Umum PB PABBSI),” tegasnya.

Sementara Ketua Umum PB PABBSI Rosan Roslani mengatakan, pihaknya memang memberikan bonus. Pemberian bonus tersebut bukan hanya diberikan kepada para atlet, tapi juga kepada tim yang mendukung, termasuk sampai tukang pijitnya, dan juga para pelatih yang mendampingi atlet.

Mengenai besarnya jumlah bonus yang diberikan, menurut Rosan, sedang dirapatkan karena masih akan diperinci dulu berapa orang yang akan diberi. “Nanti kami perinci, dan Insyaallah pokoknya akan menyenangkanlah,” ujarnya.

Ditabung
Eko Yuli Irawan sendiri mengatakan, bonus yang diterimanya nantinya akan ditabung dulu.

“Yang pasti penginnya sih ke depan kami ingin punya sasana sendiri, bisa menciptakan atlet-atlet, yang remaja-remaja lagi, yang baru-baru lagi, karena kita sudah belasan tahun di angkat besi, kayanya sudah tahu skill-nya, sudah tahu gimana cara menangani atlet,” kata Eko.

Menurut Eko, dirinya ingin menciptakan supaya di angkat besi ini prestasinya tidak mandeg. Karena ia mengaku cemas, setelah dirinya pensiun belum ada lagi. “Itu yang saya takutkan. Jadi setidaknya kita bisa menciptakan juga lah,” tukasnya.