KBRI Khawatirkan Risiko Jika Rizieq Shihab Terjerat Kasus Bendera di Saudi

Habib Rizieq Shihab (tengah) tiba di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (23/1 - 2017) lalu. (Antara/Reno Esnir)
07 November 2018 17:34 WIB Newswire Internasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, menyatakan Kedutaan Besar RI (KBRI) di Riyadh dan Konsulat Jenderal RI di Jeddah akan selalu menyediakan pendampingan dan perlindungan kepada Muhammad Rizieq Shihab (MRS) dalam menghadapi masalah hukum di Arab Saudi.

"KBRI dan KJRI akan mewakafkan diri untuk pemihakan dan pelayanan kepada seluruh ekspatriat Indonesia di Arab Saudi," kata Duta Besar melalui pesan singkat yang diterima di Jakarta, Rabu (7/11/2018).

Agus mengatakan dirinya melakukan komunikasi secara intensif dengan pihak-pihak Saudi terkait mengenai masalah yang dituduhkan atas Rizieq. Dia berharap masalah hukum yang dihadapi oleh MRS hanya mengenai persoalan izin tinggal yang kadaluwarsa (overstay).

Duta Besar mengaku sangat khawatir jika yang dituduhkan kepada MRS berkaitan keamanan Kerajaan Arab Saudi.

"Jika ini yang dituduhkan, maka lembaga yang akan menangani masalah itu adalah lembaga super body Saudi yang ada di bawah raja, yang dikenal dengan Riasah Amni ad-Daulah atau Presidency of State Security'," jelas Agus Maftuh.

Menurut Agus, munculnya bendera hitam di rumah Rizieq mendorong polisi mendatangi Rizieq di Mekkah pada Senin (5/11/2018) sekitar pukul 08.00 waktu setempat. Sore harinya pukul 16.00 waktu setempat, Rizieq dijemput oleh aparat keamanan lalu dibawa ke kantor polisi untuk proses penyelidikan dan penyidikan.

Rizieq sempat ditahan oleh pihak kepolisian wilayah Mekkah. Setelah selesai menjalani pemeriksaan di Kantor Mabahis Aamah atau intelijen umum, Rizieq diserahkan kepada Kepolisian Sektor Mansyuriah Kota Mekkah pada Selasa (6/11/2018) sekitar pukul 16.00 waktu setempat.

Untuk merespons berita ini, Dubes Agus segera memerintahkan Diplomat Pasukan Khusus yang merupakan gugus tugas reaksi cepat untuk berangkat ke Mekkah dan memberikan pendampingan hukum untuk Rizieq. Malam harinya pukul 20.00, dengan didampingi staf KJRI Jeddah, Rizieq dikeluarkan dari tahanan kepolisian Mekkah dengan jaminan.

Sumber : Antara