Sebelum Kecelakaan, Sensor Angle of Attack Lion Air JT-610 Diganti di Bali

Ilustrasi pesawat 737 MAX milik Lion Air (www.boeing.com)
07 November 2018 23:30 WIB Ilham Budhiman Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyatakan data awal yang berhasil dihimpun menunjukkan kerusakan Air Speed Indicator. Ada perbedaan dua indikator penunjuk sikap atau angle of attack (AOA) pada pesawat Lion Air JT610 PK-LQP.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan perbedaan penunjuk sudut elevasi sikap pesawat itu terkait kerusakan penunjuk kecepatan. Masalah ini ditemukan dalam empat penerbangan PK-LQP terakhir.

"Kerusakan penunjuk kecepatan [Air Speed Indicator] pada empat penerbangan terakhir. Pada penerbangan Bali ke Jakarta pesawat tercatat perbedaan indikator AOA [angle of attack]," katanya Rabu (7/11/2018).

AOA adalah indikator penunjuk sikap (attitude) pesawat terhadap arah aliran udara. Perbedaan AOA ini masih terkait dengan kerusakan pada penunjuk kecepatan.

"Angle of attack sensor telah diganti di Bali pada tanggal 28 Oktober, setelah pilot melaporkan adanya kerusakan penunjuk kecepatan," katanya.

Dia mengatakan pada penerbangan Bali ke Jakarta muncul perbedaan penunjukkan AOA di mana AOA sebelah kiri berbeda 20° dibanding dengan yang di kanan. Menurutnya, pilot melakukan beberapa prosedur dan akhirnya dapat mengatasi masalah dan pesawat bisa mendarat di Jakarta.

Keberhasilan pilot menerbangkan pesawat yang mengalami kerusakan ini menjadi dasar KNKT memberikan rekomendasi kepada Boeing. Rekomendasi ini bisa disampaikan kepada maskapai di seluruh dunia jika menghadapi situasi yang sama.

Dia mengatakan sensor AOA yang dilepas di Bali sudah dibawa ke kantor KNKT dan selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan di pabrik pembuatnya di Chicago.

KNKT pun merencanakan rekonstruksi penerbangan dan melihat dampak yang timbul dari kerusakan AOA sensor Lion Air PK-LQP di engineering simulator di fasilitas Boeing di Seattle.

Sumber : Bisnis/JIBI