Miyabi Curhat di Instagram, Ini Klarifikasi Kantor Imigrasi Denpasar

Maria Ozawa alias Miyabi (Instagram/maria.ozawa)
07 November 2018 18:10 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, DENPASAR -- Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar buka suara soal curhat Maria Ozawa alias Miyabi yang mengaku kecewa dengan perlakuan petugas imigrasi yang memeriksanya. Pihak imigrasi membantah adanya penahanan paspor mantan bintang panas Jepang itu.

Kepala Imigrasi Kelas I Denpasar, Wisnu Hidayat, mengatakan pihaknya sebenarnya memantau acara pesta ulang tahun yang digelar DJ Barbie Nouva di sebuah kapal. Dalam acara itu, katanya, Miyabi datang karena diundang sebagai tamu.

"Kebetulan bersamaan dengan acara itu, kami kami ikut memantau, ada ulang tahun begitu. Dia [Maria Ozawa] datang di Indonesia tanggal 5 [Senin, 5/11/2018], kemudian kegiatan [pesta] tanggal 6 [Selasa, 6/11/2018]. Yang bersangkutan datang mengunakan bebas visa," kata Wisnu dalam wawancara live yang ditayangkan TV One, Rabu (7/11/2018) sore.

Terkait polemik apakah Maria Ozawa datang ke Bali dengan maksud untuk bekerja mencari uang, Wisnu membantahnya. Menurutnya, Maria Ozawa hadir sebagai tamu yang diundang dan bukan bekerja.

"Yang bersangkutan tidak bekerja karena dia hadir menghadiri pesta ulang tahun kawannya, dan dia diundang," kata dia. Menurutnya, Kantor Imigrasi memantau pesta itu karena ada warga negara asing yang datang. "Karena berita itu sangat banyak, apapun infonya akan kita tindak lanjuti. Itu ada informasi dan kita pantau, kegiatan orang asing."

Sebelumnya, acara yang sedianya digelar pada Selasa (6/11/2018) itu sudah dipublikasikan jauh-jauh hari. Laman Jpnn.com pada 23 Oktober 2018 lalu memberitakan tiket pesta Barbie Nouva bersama Maria Ozawa itu dijual dalam berbagai kelas harga.

Harga tiket itu mulai dari kategori boat party Rp2 juta (dinner dan free flow), boat party package Rp 6 juta (free entry for 4 person got choice bottle (vodca or whiskey), boat party package Rp8 juta (free entry for 5 person got bottle), kelas pineapple Rp6 juta (hotel, transport mix 3 person 1 car, bottle), dan VVIP Platinum seharga Rp21 juta. Pemegang tiket Platinum bisa duduk di dek kapal dan duduk bersama Maria Ozawa.

Meski demikian, Wahyu menegaskan Imigrasi tidak melihat harga tiket itu. "Ini memang kita minta keterangan saja, tidak ditemukan pelanggaran. Petugas kami tidak melakukan penahanan paspor? Tidak ada."