Djarum Hijaukan Tol Semarang-Batang dengan 10.000 Pohon Trembesi

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, dan Vice President Djarum Foundation, F.X. Supanji, menanam pohon trembesi di tol Semarang-Batang, Sabtu (3/11 - 2018). (Istimewa)
07 November 2018 16:40 WIB Tika Sekar Arum Nasional Share :

Solopos.com, SEMARANG -- Jalur tol Semarang-Batang sepanjang 75 kilometer (km) akan jadi teduh dengan adanya 10.000 trembesi ditanam di sekitarnya. 

Pohon-pohon itu ditanam lewat program dari Djarum Foundation sebagai bentuk komitmen mengurangi dampak pemanasan global.

Kegiatan itu merupakan rangkaian program Djarum Trees For Life (DTFL) Trans-Jawa yang sebelumnya telah menghijaukan tol Cipali pada 2015. 

Seremonial penanaman trembesi di tol Semarang–Batang diadakan Sabtu (3/11/2018) itu dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Vice President Djarum Foundation F.X. Supanji, dan Pimpinan Proyek PT Jasamarga Semarang Batang R. Beni Dwi Septiadi.

Prosesi penanaman dilakukan di area Jembatan Kali Kuto yang kelak menjadi ikon jalan tol Semarang–Batang. 

“Inisiatif penanaman trembesi merupakan upaya nyata Djarum Foundation bekerja sama dengan Jasa Marga untuk melestarikan dan menjaga lingkungan. Jalan tol merupakan jalur vital transportasi orang dan barang yang sangat perlu penghijauan,” ungkap Supanji di sela–sela acara, Sabtu, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Solopos.com, Selasa (6/11/2018).

Ganjar Pranowo menyambut baik upaya penghijauan tersebut. Apalagi, tol Semarang–Batang nantinya menjadi jalur distribusi utama di wilayah Jawa Tengah bagian utara. 

“Tol ini merupakan program strategis nasional yang harus sukses untuk membuka jalur cepat Jawa. Untuk itu banyaknya kendaraan yang akan lewat dengan emisi gas buang yang pasti meningkat harus diimbangi penanaman pohon sebanyak-banyaknya. Terima kasih Djarum Foundation yang telah turut serta aktif membantu penghijauan ini,” ungkap Ganjar.

Proses penanaman 10.000 trembesi akan dilakukan setelah pembangunan tol Semarang–Batang rampung. Hingga saat ini, pembangunan sudah mencapai 80% dan diproyeksikan dibuka secara fungsional saat libur Natal dan Tahun Baru 2019.

Djarum Foundation juga akan menanam jenis pohon berbunga dan pohon buah di beberapa ruas seperti interchange, rest area, hingga kantor pengelola jalan tol. 

Tak hanya menanam beragam pohon, Djarum Foundation bekerja sama dengan pengelola tol juga akan merawat pohon–pohon tersebut hingga tiga tahun ke depan. Perawatan meliputi penyiraman, pemupukan, pemangkasan, hingga penggantian bila ada pohon yang rusak atau mati.

“Nantinya diharapkan ruas tol Semarang– Batang menjadi lebih hijau dan nyaman. Tidak hanya bagi pengguna jalan tol, tapi juga bagi pekerja dan pengelola,” tambah Supanji.

Selain ruas tol Semarang–Batang, tahun ini program DTFL Djarum Foundation akan berlanjut di ruas tol lainnya seperti jalur Surabaya–Mojokerto, jalur Gempol–Pasuruan, dan Kertosono–Ngawi. 

Pemilihan trembesi karena efektivitas pohon itu menyerap gas karbondioksida (CO2) maupun karbonmonoksida (CO). Satu pohon dewasa mampu menyerap 28,5 ton karbondioksida per tahun.