Batal ke ILC, Ini Klarifikasi Bupati Seno Samodro Tentang Makiannya ke Prabowo

Massa menggelar aksi unjuk rasa memprotes pernyataan calon presiden Prabowo Subianto di jalan Boyolali-Semarang, Boyolali, Minggu (4/11 - 2018). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
07 November 2018 06:30 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Bupati Boyolali Seno Samodro batal hadir dalam Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One, Selasa (6/11/2018) malam. Dia dijadwalkan hadir di program itu untuk mengklarifikasi pernyataannya yang menyebut kata "asu" terhadap Prabowo Subianto.

Di awal program itu, host Karni Ilyas menjelaskan bahwa Seno Samodro sedang dalam perjalanan menuju Studio TV One. "Katanya baru sampai di Semanggi," kata Karni. Namun belakangan, Seno akhirnya mengonfirmasi dirinya batal hadir di ILC dan hanya bersedia berbicara melalui telepon.

"Selamat malam Pak Karni. Mohon maaf saya terjebak macet tidak bisa ke situ. Tapi saya menonton di Youtube sejak awal ILC," katanya melalui sambungan telepon saat itu.

"Cukup menarik tanggapan dari para hadirin, dan saya apresiasi sampai detik ini belum ada yang meledak-ledak. Harapan saya kalau dengar pidato saya juga jangan keluar konteks," katanya menanggapi pernyataan sejumlah tokoh yang telah berbicara sebelumnya, seperti Fadli Zon dan politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni.

Pada awalnya, Seno Samodro menanggapi tudingan bahwa dirinya menggalang PNS atau aparatur sipil negara (ASN) dalam acara pada Minggu (4/11/2018) lalu. Seno membantah dirinya mengerahkan para ASN di Boyolali dan beralasan dirinya saat itu bangun kesiangan.

"Minggu pagi saya dibangunkan sama Pak Wakil Bupati. Konteksnya ada massa waktu itu, saya didaulat untuk pidato. Pak Wakil Bupati naik sepeda motor, saya naik mobil dengan rute memutar. Saya sampai di lokasi. Saya melihat suasana waktu itu campur aduk dan wajah-wajahnya kurang begitu kenal, karena rata-rata bukan ASN, banyak yang pakai putih-putih," kata Seno.

"Waktu itu saya bangun kesiangan, yang bangunin saya Pak Wabup. Saya tidak punya waktu untuk mempersiapkan orang-orang itu, saya hari itu capek. Tidak mungkin saya mengerahkan ASN, untuk apa?"

Di depan massa itulah Seno kemudian berpidato dan menyebutkan umpatan untuk Prabowo yang kemudian menjadi kontroversi. Namun di ILC, Seno menolak menjelaskan konteks isi pidatonya.

"Kira-kira itu yang bisa saya sampaikan. Masalah isi pidato saya tidak perlu mengomentari, nanti pada waktunya saya akan menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi. Matur nuwun," katanya.

Seno pun kembali menolak menjelaskan isi pidatonya itu. "Soal tuduhan bahwa Anda menghina Prabowo dengan mengatakan 'asu'?" tanya Karni. "Saya hormati Pak Karni yang bertanya kepada saya. Tapi izinkan untuk saya tidak menjawabnya karena sudah ditangani penegak hukum, bukan di forumnya Pak Karni," tutup Seno.

Mendengar pernyataan itu, Fadli Zon menyayangkan ketidakhadiran Seno di forum itu. Namun, dia mencatat Seno tidak membantah soal pernyataan yang disoal oleh kubu Prabowo Subianto itu.

"Sayang sekali Pak Bupati tidak hadir di sini, biar kita bisa tahu gesturnya [jika hadir]. Tapi dari jawaban tadi itu tidak ada bantahan Pak Bupati meski tidak mengonfirmasi. Tapi bagi kami ini penghinaan by name," ujar Fadli.

"Kalau soal ASN, itu di sana ada backdrop yang besar di sana, tidak mungkin tiba-tiba ada tanpa persiapan. Soal ajakan jangan pilih Prabowo, ini ada bukti-buktinya semua. Kami juga tidak terima. Saya ingin menyampaikannya langsung di depan Pak Bupati."

Sebelumnya, dalam aksi bertema Boyolali Bermartabat itu, warga sebagian besar mengendarai sepeda motor. Sebagian membawa spanduk bertuliskan “Boyolali Anti Prabowo”, “Aku Wong Boyolali”, “Ojo Nggugah Sapi Ndekem”, "Boyolali Bermartabat Prabowo Psikopat”, dan sebagainya.

Warga juga berorasi secara bergantian di sepanjang jalan. Mereka pada intinya kecewa terhadap Prabowo yang mereka nilai merendahkan masyarakat Boyolali. Peserta lain ada yang mengibarkan kain merah putih raksasa berukuran puluhan meter dan mengaraknya keliling kota.

Aksi turun ke jalan itu berakhir sekitar pukul 11.00 WIB dan mereka membubarkan diri kembali ke daerah asal masing-masing.

Bupati Boyolali Seno Samodro yang juga berorasi menyatakan Prabowo tidak perlu meminta maaf kepada Boyolali karena dia tidak akan memaafkannya. “Tidak ada maaf bagimu,” ujar Seno Samodro yang merupakan adik Seno Kusumoharjo ini.