Pengamat: Amien Rais Rusak PAN Jika Paksakan Anaknya Jadi Pimpinan DPR

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais (tengah) bersiap menjalani pemeriksaan di Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/10 - 2018). (Antara / Reno Esnir)
07 November 2018 05:30 WIB MG Noviarizal Fernandez Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Partai Amanat Nasional (PAN) bisa diasumsikan sebagai partai konservatif jika Amien Rais tetap bersikukuh menempatkan putranya sebagai Wakil Ketua DPR.

Pengamat politik dari Universitas Padjajaran Muradi mengatakan jika Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) itu memaksakan anaknya Ahmad Hanafi Rais menjadi Wakil Ketua DPR, PAN bisa dinilai antidemokrasi. Langkah Amien Rais itu, katanya, bisa membuat PAN diasumsikan sebagai partai konservatif.

"Langkah Amien Rais bisa diasumsikan sebagai bagian dari memosisikan PAN bukan lagi partai reformis tapi partai yang terindikasi partai konservatif yang mempraktikan antidemokrasi dan tidak kompetitif serta mengabaikan mekanisme internal PAN yang selama ini diidentikan sebagai partai terbuka," ujarnya , Selasa (6/11/2018).

Menurut Muradi, dengan mendorong anaknya, Amien Rais telah melupakan apa yang dikritiknya ketika bersama-sama menurunkan Soeharto terkait politik dinasti. Langkah Amien tersebut, kata dia, bisa dibaca sebagai bentuk inkonsistensi sikap politik Amien untuk membangun politik yang lebih kompetitif dan berdaya saing tinggi.

"Permasalahan Amien Rais untuk memaksakan anaknya, menggantikan Taufik Kurniawan yang ditahan karena kasus korupsi, adalah bagian merusak mekanisme internal PAN yang selama ini dijaga," tuturnya.

Dia menilai Amien Rais tampaknya sedang membangun politik dinasti di PAN. Setelah Hanafi Rais, kata dia, putri Amien Rais, Hanum Rais juga sudah terjun ke dunia politik dengan tetap mengandalkan karisma dan campur tangan Amien Rais.

"Jika Hanafi Rais naik menjadi Wakil Ketua DPR, maka akan menegaskan asumsi politik dinasti Amien Rais. Jadi, pudarnya karisma politik Amien Rais juga diasumsikan dengan upaya untuk masuk kembali dan mengontrol PAN melalui anak-anaknya, baik Hanafi yang terlebih dahulu berpolitik maupun kemudian diikuti oleh Hanum Rais," jelas dia.

Lebih lanjut, Muradi menyebutkan tiga kemungkinan dampak jika Amien Rais tetap memaksakan Hanafi Rais menjadi Wakil Ketua DPR. Ketiga dampak tersebut adalah bakal ada penolakan dari internal yang membuat internal PAN menjadi tidak nyaman, penolakan pemilih PAN karena PAN kehilangan orientasinya, dan PAN bermasalah di internal dan juga eksternal. 

"Ketiga kemungkinan dampak tersebut akan menggerus suara PAN ke depan. Apalagi harus diakui, meski Hanafi anak biologis Amien Rais, secara politik, Hanafi tidak sama seperti bapaknya. Pertaruhannya adalah pileg 2019 mendatang bisa saja suara PAN makin terjun bebas, karena PAN dianggap tidak mampu menyesuaikan diri dengan pemilih maupun situasi politik," pungkas Muradi.

KPK saat ini telah menetapkan Taufik Kurniawan dan Ketua DPRD Kebumen Cipto Waluyo sebagai tersangka. Taufik diduga menerima sekurang-kurangnya Rp3,65 miliar dari Yahya Fuad selaku Bupati Kebumen. Fuad memberikan suap itu kepada Taufik terkait perolehan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pada APBN-P 2016.

PAN sejauh ini masih mempertimbangkan pengganti Taufik Kurniawan. Terdapat dua nama yang muncul dan menguat, yakni Ketua Fraksi PAN di DPR Mulfachri Haharap dan Wakil Ketua Komisi I Hanafi Rais.

Sumber : Bisnis/JIBI