Tayang di Bioskop, A Man Called Ahok Malah Dikritik Adik Ahok

Poster A Man Called Ahok (Twitter - @kurawa)
06 November 2018 15:45 WIB Feni Freycinetia Fitriani Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Film berjudul A Man Called Ahok siap tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai Kamis (8/11/2018). Pemutaran perdana atau premier film yang menceritakan kisah keluarga mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tersebut digelar di Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (5/11/2018) malam.

Namun, baru beberapa jam setelah film itu tayang, adik kandung Ahok yang juga kuasa hukumnya, Fifi Lety Tjahaja Purnama, malah melayangkan kritik keras terhadap film A Man Called Ahok. Dia mempermasalahkan penggambaran ayahnya yang bernama Kim Nam (Tauke) tak sesuai dengan karakter aslinya.

"Ku kembalikan semua kecewa dan Sedih padaMu. Ooh...Papaku, seandainya masih Hidup pasti marah sekali dgn mrk Yg merusak image dan gambaran dirimu. Tidak pantas mrk menpertontonkan Hidupmu dgn cara spt ini. Tetapi Aku percaya dan aku Berdoa malam ini Mazmur 37 tjd pada mrk yang telah menyakitimu. Bunga ini tanda kematian hati nurani, tanda dukacita Yg dalam. Tuhan Kalaulah pembela Papaku," tulisnya di akun Instagram @fifiletytjahajapurnama, Senin malam.

Hingga Selasa siang, unggahan kritik Fifi disukai oleh 2.501 orang, termasuk salah satunya mantan rekan Ahok di Balai Kota Djarot Saiful Hidayat. Bukan cuma tombol "likes", kolom komentar Fifi Lety pun dihujani komentar oleh warganet.

Sebagian dari mereka penasaran mengapa kuasa hukum Ahok justru tidak setuju dengan gambaran Kim Nam yang diperankan oleh Denny Sumargo dan Chew Kin Wah. Salah satu netizen bernama @lienahusin menuliskan komentar di akun IG Fifi Lety.

"Di film tsb saya salut dengan yr [your] dad siap membantu orang lain yang membutuhkan. He was a great man. So please watch before you comment," tulis @lienahusin.

Tak lama, Fifi Lety Indra langsung membalas komentar warganet tersebut dengan panjang. "Hahaha yang benar saya please watch before i comment? Kita udah nonton, udah protes, udah minta cutt sana-sini, FYI saja kalau saya enggak bantu ini film enggak pernah ada! Sayang mereka enggak mau mereka buat seperti aslinya sesuai foto-foto kami itu saja. Yang saya mohon pada mereka itu memori kami itu Papa kami yang mereka gambarkan. Papa akan marah sekali seandainya dia masih hidup digambarkan seperti itu. I am the most closet with my father and he even ask me to keep his diary his love letter to me and have my foto in his wallet. So please don't comment if you don't know my father. Because i miss him and loved him and i'm his beloved. My father deserved honour for who he is," tulis @fifiletytjahajapurnama.