Terenyuh, Ibu Korban Lion Air Berlutut di Depan Kabasarnas Minta Anaknya Ditemukan

Perempuan berjilbab hitam di Hotel Ibis, Cawang, Jakarta Timur, DKI Jakarta, Senin (5/11 - 2018), berlutut di hadapan Kabasarnas M. Syaugi memohon anaknya sebagai korban Lion Air JT/610 segera ditemukan. (Istimewa/Basarnas)
06 November 2018 14:30 WIB Ginanjar Saputra Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Kisah tragis dialami seluruh penumpang Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610 yang jatuh di perairan Tanjung, Karawang, Jawa Barat (Jabar), Senin (29/10/2018) lalu. Sepekan berlalu, masih ada beberapa korban tragedi tersebut yang belum ditemukan.

Sampai-sampai, ibu dari salah satu korban Lion Air JT-610 berlutut di hadapan Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), M. Syaugi. Peristiwa mengharukan itu terjadi seusai pertemuan antara tim pencari korban dan keluarga korban di Hotel Ibis, Cawang, Jakarta Timur, DKI Jakarta, Senin (5/11/2018).

Dikutip pada laman Setkab.go.id, ada seorang ibu-ibu berjilbab hitam langsung berlutut di hadapan M. Syaugi seusai acara tersebut untuk memohon agar tim pencari segera menemukan akanya yang juga menjadi korban kecelekaan pesawat Lion Air JT-610. Mengetahui tindakan perempuan itu, M. Syaugi dan ajudannya menarik tangan ibu-ibu tersebut untuk bangkit.

Dengan tangisan dan suara terbata-bata, ibu berjilbab hitam itu menceritakan kisah anaknya yang menjadi salah satu korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610. Ia meminta tolong agar Kepala Basarnas dapat menemukan anaknya.

Sebelumnya, pada acara tersebut, M. Syaugi menegaskan ia dan timnya bukanlah manusia super. "Kami memahami, bahwa kami bukan manusia super, bukan manusia yang sempurna. Kami tetap berusaha sekuat tenaga dengan apa yang kami miliki, kami yakin bisa mengevakuasi seluruh korban. Bapak ibu,” ujar M. Syaugi terputus lantaran menangis.

Beberapa saat terdiam, kepala Basarnas menyeka air matanya dan melanjutkan pidatonya dengan suara pelan. "Setiap hari melihat, saya di lapangan, di laut, maaf, saya serius melaksanakan operasi pencarian ini, saya tidak menyerah," ujarnya.

Diiringi tepuk tangan para keluarga korban, M. Syaugi berharap timnya akan bekerja keras dengan sisa waktu yang ada.

"Walaupun sampai sepuluh hari nanti, kalaupun masih ada kemungkinan untuk bisa ditemukan, saya yakin, bahwa saya akan terus untuk mencari saudara-saudara saya ini. Saya minta doanya, kepada bapak ibu sekalian untuk kita kuat, untuk melaksanakan tugas-tugas yang mulia ini," tandasnya.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 menelan korban 189 orang. Hingga Selasa (6/11/2018), masih ada beberapa korban yang belum ditemukan.