Sikap Mengambang Israel Soal Mutilasi Jamal Khashoggi

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Reuters / Yiannis Kourtoglou)
03 November 2018 23:00 WIB Sri Mas Sari Internasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bergabung dengan dunia mengutuk pembunuhan pengkritik Arab Saudi Jamal Khashoggi. Namun, dia tidak ingin kontroversi merenggangkan aliansinya dengan Arab Saudi melawan musuh bebuyutan mereka, Iran. 

Netanyahu kepada wartawan di Bulgaria mengatakan apa yang terjadi di konsulat Arab Saudi bulan lalu sebagai hal menghebohkan dan harus segera ditangani. Ini merupakan pernyataan pertamanya kepada publik mengenai skandal Jamal Khashoggi. 

"Pada saat yang sama, ini sangat penting bagi stabilitas dunia, bagi kawasan dan dunia, bahwa Arab Saudi tetap stabil," katanya seperti dilansir Bloomberg, Sabtu (3/11/2018).

Pembunuhan Jamal Khashoggi telah menitikberatkan perhatian pada kekuatan di belakang takhta Arab Saudi, putra mahkota Mohammad bin Salman. Ini membuat sulit bagi Amerika Serikat dan Israel yang berambisi selama 33 tahun untuk melucuti pengaruh Iran di Timur Tengah.

Israel dan Arab Saudi tidak memiliki hubungan diplomatik, tetapi kedua negara telah lama menjalin relasi politik rahasia, intelijen, dan perdagangan--beberapa melibatkan kontraktor pertahanan terbesar Israel.

Netanyahu kerap berbicara tentang bagaimana beberapa tetangga Arab membangun ikatan erat dengan Israel karena mereka berbagi perhatian keamanan tentang Iran dan karena mereka ingin mengakses teknologi Iran. 

Komentar itu mengindikasikan betapa penting Netanyahu melihat aliansinya dengan Pangeran Mohammad, baik dalam melawan Iran maupun membantu Presiden Donald Trump mengamankan kesepakatan perdamaian Israel-Palestina yang dia sebut sebagai kesepakatan abad ini.

Sumber : Bisnis/JIBI