Presiden Turki: Pejabat Tinggi Saudi Perintahkan Bunuh Khashoggi

Tayyib Erdogan menyampaikan pidato kemenangan di markas AKP di Ankara, Turki, Senin (25/6 - 2018). (Antara/Stoyan Nenov)
03 November 2018 08:40 WIB Newswire Internasional Share :

Solopos.com, WASHINGTON – Presiden Turki, Turki Recep Tayyip Erdogan, Jumat (2/11/2018) mengatakan pembunuhan yang terjadi pada jurnalis Jamal Khashoggi diperintahkan oleh pejabat tinggi Arab Saudi.

Dalam siaran langsung di The Washington Post, Jumat (2/11/2018), Erdogan mengatakan Turki mengenal para pelaku di antara 18 tersangka yang ditahan di Arab Saudi.

"Kami juga mengetahui orang-orang itu datang untuk melaksanakan perintah mereka: Bunuh Khashoggi dan pergi. Akhirnya, kami mengetahui perintah untuk membunuh Khashoggi datang dari tingkat paling tinggi di Pemerintah Arab Saudi," kata Erdogan sebagaimana dilansir Antara dari Kantor Berita Anadolu.

Khashoggi, kolumnis dan warga negara Arab Saudi yang bekerja untuk The Washington Post, hilang pada 2 Oktober, setelah ia memasuki Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, untuk memperoleh dokumen yang ia perlukan untuk menikah.

Saat berada di dalam, ia segera dicekik lalu dimutilasi, kata Kantor Jaksa Istanbul.

Presiden tersebut mengatakan upaya Turki membuat dunia mengetahui Khashoggi dibunuh dengan cara darah dingin oleh pasukan pembunuh. Erdogan menyatakan pembunuhan Khashoggi sudah direncanakan.

"Tapi ada yang lain, pertanyaan yang tak kalah penting yang jawabannya akan memberi sumbangan bagi pemahaman kita mengenai tindakan sengaja ini," kata Erdogan, termasuk keberadaan mayat Khashoggi, identitas "pelaku lokal" yang diberikan jenazah, dan siapa yang memerintahkan pembunuhan tersebut.

"Sayangnya, Pemerintah Arab Saudi menolak untuk menjawab semua pertanyaan itu," kata Erdogan, yang berjanji akan terus mengajukan pertanyaan tersebut -yang katanya penting bagi penyelidikan Turki mengenai pembunuhan itu.

Pemakaman yang layak "Setidaknya, ia pantas mendapat pemakaman yang layak sejalan dengan ajaran Islam. Kita berutang itu pada teman dan keluarganya, termasuk mantan rekannya di The Washington Post, untuk memberi mereka kesempatan mengucapkan selamat berpisah dan memberi penghormatan kepada orang yang terhormat tersebut," kata Erdogan.

Ia menyatakan Ankara dan Riyadh menikmati hubungan persahabatan meskipun ada pembunuhan itu.

"Saya tidak percaya sedetik pun bahwa Raja Salman, Khadamul Haramain, memerintahkan serangan terhadap Khashoggi. Jadi, saya tak mempunyai alasan untuk percaya bahwa pembunuhan ini mencerminkan kebijakan resmi Arab Saudi. Sehubungan dengan ini, keliru untuk memandang pembunuhan Khashoggi sebagai “masalah” antara kedua negara," kata presiden tersebut.

Ia juga mengatakan persahabatan "lama" antara Turki dan Arab Saudi tidak berarti Ankara akan "pada gilirannya menutup mata terhadap pembunuhan yang sudah direncanakan ini, yang terjadi depan mata kita".

Sumber : Antara