Jamal Khashoggi Jadi Target Pangeran Mohammed bin Salman Sejak 2015

Jamal Khashoggi (Istimewa/Reuters)
03 November 2018 09:00 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, RIYADH – Kematian jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, 59, pada 2 Oktober 2018, masih menyisakan sejuta misteri. Sampai saat ini, otak pembunuhan sadis tersebut masih samar. Namun, sejumlah pihak berasumsi pembunuhan Jamal Khashoggi ada kaitannya dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman.

Apalagi menurut kabar terbaru yang dirilis Daily Mail, Kamis (1/11/2018), Pangeran Mohammed bin Salman disebut telah mengincar Jamal Khashoggi sejak 2015. Jamal Khashoggi menjadi target karena terjebak perselisiha antara dua kubu dalam keluarga Kerajaan Arab Saudi. Kabar tersebut disampaikan oleh seorang pengusaha yang dekat dengan anggota keluarga Kerajaan Arab Saudi.

Seorang pengusaha asal Kanada, Alan Bender, terlibat dalam sebuah pertemuan pada Januari 2015 yang memicu perseteruan berujung penangkapan dan penyiksaan beberapa pangeran Arab Saudi. Menurut Alan Bender, kala itu Jamal Khashoggi bekerja untuk Pangeran Al Waleed yang ditugaskan untuk membantu membangun Arab Saudi. Tetapi, pekerjaan baru itu justru membuatnya terjebak dalam perselisihan yang terjadi di antara anggota keluarga Kerajaan Arab Saudi.

Sementara itu, dilansir The National, seorang pangeran Arab Saudi bernama Turki Al Faisal mengatakan, pembunuhan Jamal Khashoggi tak ubahnya seperti membunuh kemanusiaan. Sebab, membunuh orang yang tidak bersalah sama saja membunuh nilai kemanusiaan yang ada di dunia. Pernyataan itu disampaikan dalam pidatonya di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Arab-US Policymakers Conference ke-27 di National Council on US-Arab Relations, Washington, Amerika Serikat.

Sampai saat ini, jenazah Jamal Khashoggi belum ditemukan. Tunangan mendiang Jamal Khashoggi, Hatice Cengiz meminta penyelidikan kasus kematian misterius itu dilakukan secara terbuka. Dia sangat terpukul sekaligus penasaran dengan keberadaan jasad kekasihnya yang bagaikan lenyap ditelan bumi.

Pihak berwenang Turki menduga tubuh Jamal Khashoggi telah dihancurkan dengan cairan asam setelah dimutilasi. Pernyataan itu diperkuat dengan bukti biologis yang ditemukan tim forensik di Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki. Bukti itu mendukung teori bahwa tubuh Jamal Khashoggi dibuang di dekat tempatnya dibunuh dan dimutilasi.