Pascatragedi Lion Air, Kemenhub Pastikan Seluruh Boeing 737 MAX 8 di Indonesia Layak Terbang

Ilustrasi pesawat 737 MAX milik Lion Air (www.boeing.com)
03 November 2018 16:34 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan menyatakan jenis pesawat Boeing 737 MAX 8 yang beroperasi di Indonesia memenuhi persyaratan layak terbang. Sebelumnya, pesawat jenis yang sama dengan nomor registrasi PK-LQP milik Lion Air jatuh di perairan Tanjung Karawang awal pekan lalu.

"Selain milik Lion yang jatuh, ada 11 pesawat seri MAX 8 lainnya, dan sudah kami inspeksi khusus dengan hasil layak terbang," kata Plt Dirjen Perhubungan Udara, Pramintohadi, di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Sabtu (3/10/2018).

Sebanyak 11 pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 lainnya saat ini berstatus operasional, atau masih digunakan untuk transportasi udara. Dari 11 pesawat Boeing 737 seri MAX 8, satu di antaranya dimiliki oleh maskapai Garuda Indonesia, dan 10-nya dimiliki oleh Lion Air.

Namun, Kemenhub tidak menjelaskan lebih rinci/detail lagi mengenai standar kelayakan yang dimaksud dan belum ada informasi akan menghentikan operasional jenis pesawat tersebut. Sebelumnya, Kementerian Perhubungan menyebutkan akan mengaudit khusus seluruh pesawat Boeing-737 MAX 8 milik Lion Air Group.

"Kemenhub melakukan spesial audit bagi Lion. Kalau kemarin kan investigasi terhadap Boeing 737 MAX yang 11 unit,sekarang spesial audit," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Dia menjelaskan audit khusus mencakup pada intensifikasi terhadap serangkaian pesawat 737 itu, mulai dari prosedur operasi standar (SOP), pesawatnya itu sendiri hingga pilot. "Kita akan spesial audit SOP-nya. Kemudian pesawat-pesawatnya. Semua pilot dari 737 akan kita lakukan asesemen dan kita tanya," kata Menhu Budi Karya Sumadi.

Ia menambahkan pihaknya juga akan mengaudit dari sisi manufakturnya, dalam hal ini akan ada pembicaraan dengan Boeing. "Bisa jadi juga kita melakukan audit terhadap manufakturnya. Kita hanya spesifikasi seperti apa, fungsi avionik seperti apa," katanya.

Audit khusus terhadap pesawat Boeing-737 MAX 8 itu sendiri akan selesai dalam satu hingga dua pekan.