Protes Pelecehan Seksual, Ribuan Karyawan Google Mogok Kerja

Karyawan Google di London, Inggris melakuakn aksi mogok kerja, Kamis (1/11 - 2018). (Reuters/Toby Melville)
02 November 2018 22:40 WIB Ginanjar Saputra Internasional Share :

Solopos.com, LONDON — Ribuan karyawan perusahaan teknologi, Google, di beberapa kantor di sejumlah negara, yaitu di New York dan San Francisco, Amerika Serikat; Tokyo, Jepang; Singapura; Toronto, Kanada; London, Inggris; Zurich, Swiss; dan Dublin, Irlandia melakukan aksi mogok kerja, Kamis (1/11/2018) waktu setempat.

Aksi tersebut dilakukan demi memprotes ketidaktegasan perusahaan terhadap salah satu eksekutifnya yang diangap telah melakukan pelecehan seksual.

Salah satu karyawan Google di London, Inggris mengatakan aksi tersebuut dilakukan untuk membela korban dan menuntut pelaku pelecehan seksual di lingkungan Google. "Saya bersama rekan-rekan lain mendukung siapa pun di tempat kerja mana pun yang telah dilecehkan dan kami memastikan bahwa para pelaku tidak dilindungi," ucapnya seperti dikutip Reuters.

Aksi mogok kerja bertajuk Walkout For Real Change atau berarti Mogok untuk Perubahan Nyata itu bermula kala salah satu surat kabar di AS, New York Times, merilis perincian mengenai pelanggaran seksual yang dituduhkan salah satu eksekutif Google sekaligus pencipta perangkat lunak Android, Andy Rubin.

Dalam laporan itu, disebutkan Rubin telah dipecat dari Google atas tuduhan tindak pelecehan seksual pada 2014 silam. Hal yang memicu aksi protes adalah Rubin disebut menerima uang pesangon senilai US$90 juta atau sekitar Rp950 miliar. Para peserta aksi mogok kerja itu menuntut Rubin yang dituding telah melakukan pelecehan seksual dipecat tanpa adanya pesangon.

Belum diketahui aksi mogok kerja itu hanya akan dilakukan sehari atau terus berlanjut. Dalam laporan Reuters, beberapa karyawan mengancam akan terus mogok kerja jika Google tak memberikan tindakan tegas terhadap pelaku pelecehan seksual.

Padahal sebelumnya, CEO Google Sundar Pichai telah meminta maaf kepada seluruh karyawannya, melalui surel, atas terjadinya pelecehan seksual di lingkungan Google beberapa tahun silam. Ia juga menegaskan seluruh karyawan yang dipecat karena terlibat pelecehan seksual tak mendapatkan pesangon.