Ada Tato di Punggung, Identitas Perempuan Penumpang Lion Air Terlacak

Petugas KPLP melakukan pencarian korban dan puing pesawat Lion Air JT-610 di perairan Karawang, Jawa Barat, Rabu (31/10 - 2018). (Antara / Galih Pradipta)
02 November 2018 20:36 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Tim Disaster Victim Identification (DVI) kembali mengungkap identitas tiga korban kecelakaan pesawat PK-LQP Lion Air JT-610. Salah satu identitas korban terungkap lewat sebuah tato di punggungnya.

Tato yang berada pada potongan tubuh itu menjadi petunjuk bagi tim DVI bahwa korban adalah seorang perempuan berusia 41 tahun. Kepala Rumah Sakit Polri, Kombes Pol Musyafak, mengatakan jika perempuan itu teridentifikasi atas nama Moni.

"Teridentifikasi sebagai ante morten atas nama Moni, perempuan usia 41 tahun. Melalui medis yaitu adanya gambar tato," kata Musyafak.

Tidak terlalu jelas bentuk tato yang mengungkap Moni sebagai penumpang Lion Air itu. Selain Moni, pada Jumat (2/11/2018) ini Tim DVI dan Indonesia Automatic Finger Print Identification System atau Identifikasi TKP (Inafis) Polri berhasil mengidentifikasi dua orang penumpang Lion Air JT-610 lainnya.

"Hari ini berhasil teridentifikasi tiga korban kecelakaan Lion Air JT-610 atas nama Candra Kirana, Monni, dan Hizkia Jorry Saroinsong hasil dari pemeriksaan pada 67 kantung jenazah yang berisi potongan tubuh dan telah melalui rekonsiliasi," kata Musyafak.

Identifikasi tiga korban tersebut merupakan hasil dari pemeriksaan terhadap 67 kantung jenazah yang tiba di RS Polri sejak Senin (29/10/2018). Dengan demikian, kata Musyafak, sudah ada empat jenazah yang teridentifikasi sejak penemuan identitas Jannatun Cintya Dewi.

Pesawat PK-LQP Lion Air JT-610 diketahui mengalami kecelakaan dan jatuh di perairan Tanjungpakis, Karawang, Jawa Barat, pada Senin (29/10/2018) lalu, setelah hilang kontak selama tiga jam sejak pukul 06.33 WIB.

Sumber : Suara.com, Antara