Dari Ranking IV, Riset Indonesia Naik Peringkat II ASEAN

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir. (Bisnis/Abdullah Azzam)
02 November 2018 19:51 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, TANGERANG SELATAN — Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M. Nasir menyebut riset Indonesia yang sebelumnya di urutan IV kini naik menjadi peringkat II tingkat ASEAN.

Nasir menjelaskan sebelum pemerintahan Presiden Joko Widodo, riset Indonesia selalu berada di ranking ke-4 ASEAN atau di bawah Thailand, Malaysia, dan Singapura. Saat itu Indonesia memiliki 5.250 riset yang dipublikasikan di tingkat Internasional sementara Thailand 9.500, Singapura 18.000, dan Malaysia 28.000.

Sesuai kebijakan dan arahan Presiden, riset-riset harus disederhanakan dalam pertanggungjawaban dan dihilirisasi pada dunia industri. “Saat ini per 21 Oktober 2018, riset Indonesia berada di ranking ke-2 ASEAN yaitu sebanyak 22.222 riset, Malaysia 24.045, Singapura 17.600, dan Thailand 13.200. Saat ini juga sudah ada 965 inovasi yang masuk ke dunia industri, baik industri kecil, menengah, maupun besar,” tutur Nasir seusai mendampingi Presiden Joko Widodo membuka Indonesia Science Expo (ISE) 2018 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (1/11/2018) seperti dilansir RRI.

ISE kali ketiga ini merupakan upaya mengenalkan dan menambah wawasan masyarakat terhadap hasil karya anak bangsa dan meningkatkan pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Harapannya menjadi awal kebangkitan inovasi di Indonesia.

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Laksana Tri Handoko, menjelaskan ISE 2018 adalah event yang menampilkan hasil riset karya anak bangsa sebagai kontribusi terhadap perkembangan iptek dan arah ilmu pengetahuan di Indonesia.

“Tema ISE 2018 adalah Celebrating Science and Innovation dengan tujuan mengomunikasikan atau memasyarakatkan apa yang telah dilakukan peneliti Indonesia dalam bidang riset dan manfaatnya bagi masyarakat luas,” terang Handoko.

ISE diharapkan mampu menyebarluaskan hasil riset anak bangsa sehingga terimplementasikan secara nyata. “Kami berharap hasil-hasil riset yang ditampikan di ISE dapat dimanfaatkan dalam pembuatan landasan kebijakan pemerintah. Dengan begitu bisa berkontribusi bagi peningkatan daya saing bangsa di tingkat dunia,” kata Handoko.

Turut hadir dalam acara ini Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Jumain Appe; Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Dimyati; anggota DPR; jajaran Kepala LPNK; Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Nada Marsudi; serta tamu undangan lain.