Gabung Prabowo-Sandi, Cucu Hasyim Asyari Ingin Tepis Pertarungan NU Vs Non-NU

Cucu pendiri NU KH Hasyim Asy'ari, Irfan Yusuf, bersama timses Prabowo-Sandi di Media Center Prabowo-Sandi, Jakarta, Kamis (1/11 - 2018). (Bisnis / Jaffry Prabu Prakoso)
02 November 2018 07:30 WIB Jaffry Prabu Prakoso Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy'ari, Irfan Yusuf, memutuskan bergabung dengan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Apa alasan Irfan bergabung dengan tim Prabowo-Sandi?

Keputusan bergabung dengan Koalisi Adil Makmur ini, kata Irfan Yusuf, bukan sebuah keputusan yang sulit. Menurutnya Pengasuh Pondok Pesantren Al Farros, Tebu Ireng, itu, ada sejumlah alasan yang membuatnya bergabung dengan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 .

“Alhamdulillah sore ini saya bisa di sini. Mudah-mudahan saya dapat memberi manfaat pada kita semuanya,” katanya di Media Center Prabowo-Sandi, Jakarta, Kamis, (1/11/2018).

Ifran mengatakan keputusannya turun gunung dari pesantrennya karena kondisi negara saat ini menurutnya sedang mengalami krisis, baik dalam sektor ekonomi maupun budaya.

“Sebetulnya saya lebih nyaman kehidupan di pesantren. Tapi situasi empat tahun ke belakang ini, menurut saya egois jika saya mengutamakan kenikmatan saya di sana. Akhirnya saya mau untuk bantu di sini,” ucapnya.

Alasan lain mendukung Prabowo-Sandi adalah munculnya kesan Pilpres 2019 merupakan pertarungan antara kelompok NU dan bukan NU. Irfan mengaku ingin menepis anggapan itu.

“Saya akan kembali bertemu dengan alumni-alumni kita, dan terus sahabat-sahabat kita, sahabat para mubalig yang tiap malam bertemu langsung dengan masyarakat untuk memastikan bahwa Pak Prabowo itu dari sejak jauh hari, sejak jadi militer, pun sudah dekat dengan kiai-kiai NU,” ungkapnya.