Prabowo Bagi-Bagi Buku, Sandiaga Bantah Politik Uang

Santri menyambut capres nomor urut 02 Prabowo Subianto saat berkunjung ke Pondok Pesantren Sabilil Muttaqien di Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, Rabu (31/10 - 2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
02 November 2018 05:30 WIB Jaffry Prabu Prakoso Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menolak jika bagi-bagi buku Paradoks Indonesia yang ditulis Prabowo Subianto dianggap sebagai politik uang. Prabowo membagikan buku itu saat berkunjung di Ponorogo.

Sandi mengatakan bahwa tidak heran masyarakat ingin mendapatkan karya Prabowo karena menggambarkan potret yang sangat nyata bagi Indonesia. “Dan [buku] ditulis dengan bahasa yang renyah dan bahasa yang bisa dimengerti oleh masyarakat,” katanya di Jakarta, Kamis (1/11/2018).

Sandi menjelaskan bahwa Paradoks Indonesia selalu dipesan dan dibeli masyarakat untuk mengetahui isi pemikiran Prabowo setiap kali Ketua Umum Partai Gerindra ini melakukan kampanye.

“Itu dicatat oleh timnya pak Prabowo. Jadi bukan pembagian di luar yang ditetapkan oleh KPU dan Bawaslu,” ucap Sandiaga Uno.

Pagi ini Prabowo melakukan safari politiknya di Ponorogo, Jawa Timur. Di sana, dia kesal karena ibu-ibu berebut buku Paradoks Indonesia yang dibagikan tim Prabowo-Sandi. Sementara itu Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf menilai pemberian ini masuk kategori politik uang sehingga harus diusut.