Tak Sanggup Rawat Ibu Sakit dan 2 Adik, Siswi Pesantren Gantung Diri

ilustrasi bunuh diri, gantung diri. (Solopos/Whisnu Paksa)
01 November 2018 23:20 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, MERANGIN -- Warga Kecamatan Muara Siau, Jambi dibuat heboh, dengan aksi seorang siswi pesantren yang nekat gantung diri di Dusun Pendung, Desa Rantau Macang, Kecamatan Muara Siau. Siswi berinisial RA, 16, ditemukan tewas tergantung di kamarnya dengan menggunakan sebuah kain.

Dikutip Okezone.com, penemuan jasad RA bermula saat kakak korban IK, 18, melihat adiknya sudah tergantung di dalam kamar rumahnya menggunakan sebuah kain. Melihat hal tersebut, IK pun terkejut dan langsung memberitahukan kejadian tersebut ke orang tuanya dan warga. Kemudian, orang tua korban dan warga langsung mendatangi lokasi kejadian dan menurunkan korban.

Aparat kepolisian Polsek Muara Siau yang mendapatkan informasi jika ada warganya yang tewas tergantung langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Setelah memeriksa saksi-saksi dan olah tempat kejadian diketahuilah jika korban murni gantung diri.

Informasi dari keterangan pihak kepolisian diketahui, semasa hidup korban merawat ibunya yang sedang sakit. Tak hanya itu, korban juga mengurus dua adiknya selama ibunya terbaring sakit. Diduga tak kuat dengan kehidupan yang dijalaninya sehari-hari akhirnya korban tega mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Kapolres Merangin AKBP I Kade Utama Wijaya melalui Kapolsek Muara Siau Iptu Hitler Sinaga, membenarkan jika ada seorang siswi pesantren tewas gantung diri di rumahnya.

“Korban ditemukan sudah tewas tergantung menggunakan sebuah kain di dalam kamar oleh kakak kandungnya, untuk saat ini murni korban gantung diri karena pihak keluarga tidak mau dilakukan visum, maka kita membuat surat pernyataan untuk tidak menuntut kasus ini di kemudain hari,” jelas Iptu Hitler Sinaga, Rabu (31/10/2018).

Kapolsek juga mengatakan, dari hasil penyelidikan anggotanya di lapangan, korban diduga depresi melihat ibunya yang tak kunjung sehat, ditambah harus merawat kedua adiknya setiap hari.

“Untuk jasad korban sudah dikebumikan oleh pihak keluarga, sedangkan barang bukti berupa kain untuk korban mengantung diri sudah kita bawa ke Polsek Muara Siau,” tutupnya.