Pesawat Lion Air Bermasalah Lagi, Penerbangan Telat 7 Jam

Pesawat Lion Air (Airline Ratings)
01 November 2018 21:43 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, PADANG PARIAMAN -- Belum genap sepekan sejak kecelakaan pesawat PK-LQP Lion Air JT-610 di Tanjung Karawang, penerbangan maskapai itu kembali bermasalah. Kali ini, Lion Air JT-130 mengalami delay atau keterlambatan selama tujuh jam di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padang Pariaman, Sumatra Barat, Kamis (1/11/2018).

Penundaan tersebut membuat ratusan penumpang yang terdaftar dalam penerbangan JT-130 dari BIM tujuan Bandara Kualanamu Medan mengamuk dan marah kepada kepada petugas di Padang Pariaman. Pesawat itu seharusnya berangkat dari BIM menuju Bandara Kualanamu pada pukul 10.40 WIB, namun hingga pukul 17.30 WIB pesawat mereka tidak kunjung terbang.

Salah satu penumpang Mardefnil Zainir mengatakan sampai Kamis sore tadi belum ada kepastian kapan mereka akan diberangkatkan. Ratusan penumpang itu pun terus menunggu.

Pihak maskapai mengatakan penundaan ini karena komponen pesawat mengalami kerusakan sehingga harus dilakukan perbaikan. Selain itu informasi yang didapatkannya pihak Lion Air, mereka memutuskan mendatangkan pesawat Airbus lain dari Jakarta untuk menerbangkan penumpang ke Bandara Kualanamu.

Selama penundaan itu, pihak maskapai memberikan kompensasi berupa makanan berat kepada calon penumpang sekitar pukul 15.00 WIB atau lewat empat jam dari jadwal penerbangan. Kemudian sekitar pukul 17.00 WIB, Lion Air memberikan kompensasi tambahan berupa uang tunai sebesar Rp300.000.

"Tadi dikasih uang tunai Rp300.000. Kami masih menunggu untuk diberangkatkan," katanya.

Kompensasi berupa uang tunai diatur dalam Permenhub No 89/2015 tentang Penanganan Keterlambatan Penerbangan (Delay Management) pada Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal Di Indonesia.

Keterlembatan yang dialami penumpang Lion Air ini masuk dalam kategori lima, yaitu jika keterlambatan lebih dari 240 menit. Dalam situasi itu, maskapai wajib memberikan kompensasi berupa ganti rugi sebesar Rp 300.000 kepada penumpang.

Sumber : Antara