Tunangan Jamal Khashoggi Tuntut Penyelidikan Pembunuhan Tak Ditutupi

Jamal Khashoggi dan Hatice Cengiz (Wahingtonpost.com)
31 Oktober 2018 17:10 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, ISTANBULTunangan mendiang Jamal Khashoggi, Hatice Cengiz, meminta Presiden Amerika Serikat dan pemimpin negara lainnya memastikan pengusutan kasus pembunuhan kekasihnya tidak ditutup-tutupi.

Hatice Cengiz sangat sedih kehilangan pria yang amat dicintainya itu dengan cara tragis. Jamal Khashoggi dibunuh saat bertandang ke Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki, untuk mengurus dokumen pernikahan, 2 Oktober 2018. Setelah masuk ke gedung tersebut, dia menghilang tanpa jejak.

Menurut kabar yang beredar, Jamal Khashoggi dibunuh dan dimutilasi oleh sejumlah orang Arab Saudi. Kenyataan tersebut membuat hati Hatice Cengiz hancur. Dia tidak menyangka rencana bahagianya dengan Jamal Khashoggi berubah menjadi nestapa.

"Saya meminta Donald Trump tidak membiarkan upaya pembunuhan kekasih saya ditutupi. Jangan sampai uang menodai nurani dan prinsip penegakan hukum," kata Hatice Cengiz seperti dikutip dari ABC News, Rabu (31/10/2018).

Jika dapat mengulang waktu, Hatice Cengiz berniat bertukar posisi dengan kekasihnya. Dia tidak menyangka nyawa kekasihnya melayang begitu saja di hari bahagia tersebut. "Seandainya saya tahu itu adalah momen terakhir bersamanya, saya yang akan berdiri di depan para pembunuh itu," sambung Hatice Cengiz.

Jaksa Agung Arab Saudi, Sheikh Saud Al Mojeb, telah bertemu dengan Jaksa Agung Turki, Irfan Fidan. Mereka telah berbagi informasi penting terkait penyelidikan pembunuhan Jamal Khashoggi. Sementara itu, Jaksa penuntut Arab Saudi mengatakan, pembunuhan Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, telah direncanakan.

Sejauh ini, pemerintah Arab Saudi telah menangkap 18 orang yang diduga terlibat pembunuhan tersebut. Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, berjanji bakal mengusut tuntas kasus pembunuhan sadis tersebut. Dia juga membantah tuduhan sebagai otak pembunuhan Jamal Khashoggi.