Lion Air Terbangkan Jenazah Jannatun Cyntia Dewi ke Sidoarjo

Personel Basarnas melakukan penyelaman untuk mencari korban pesawat Lion Air bernomor penerbangan JT-610 rute Jakarta-Pangkalpinang yang jatuh di laut utara Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10 - 2018). (Antara/H0/Basarnas)
31 Oktober 2018 23:30 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Rumah Sakit (RS) Polri Sukanto Kramatjati, Jakarta Timur, menyerahkan korban pertama yang teridentifikasi atas nama Jannatun Cintya Dewi, 24, kepada keluarga melalui maskapai penerbangan Lion Air, Rabu (31/10/2018).

"Pada malam hari [Rabu] ini kami laksanakan penyerahan jenazah atas nama Jannatun Chintya Dewi yang tadi sore sudah teridentifikasi. Kami menyerahkan jenazah kepada pihak penerbangan," kata Kepala RS Polri Sukanto Kombes Pol Musyafak di Jakarta, Rabu.

Kombes Musyafak menuturkan Lion Air menyerahkan jenazah kepada keluarga korban secara simbolis beserta surat keterangan kematian untuk keperluan pemakaman dan lainnya. Penyerahan dilakukan secara langsung oleh Director of Airport Service Lion Air Group, Capt. Wisnu Wijayanto. Jenazah akan diterbangkan menuju Sidoarjo pada Kamis (1/11/2018) lagi pukul 05.15 WIB.

"Atas nama Lion Air, mengucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga dan handai taulan almarhumah Jannatun Shintya Dewi. Dalam hal ini, Lion Air akan mendukung hal yang dibutuhkan oleh keluarga, termasuk memberikan uang tunggu kepada keluarga Rp5.000.000, uang kedukaan Rp 25.000.000 serta uang santunan meninggal dunia sesuai PM 77/ 2011," kata Corporate Communications Strategic, Danang Mandala Prihantoro, melalui siaran pers yang diterima Solopos.com.

Sebelumnya, tim Indonesia Automatic Finger Print Identification System atau Identifikasi TKP (Inafis) Mabes Polri mengidentifikasi seorang korban pesawat Lion Air JF 610 bernama Jannatun Chintya Dewi. Tim Inafis mengidentifikasi korban berdasarkan pengujian dari data post mortem primer yaitu sidik jari dan sidang rekonsiliasi.

Jannatun akan dimakamkan di pemakaman umum desa setempat Kamis pagi. Sumiyem selaku bibi korban, mengatakan saat ini warga Desa Suruh, Sukodono Sidoarjo, Jawa Timur, sudah melakukan penggalian makam desa setempat. "Saat ini proses penggalian makam sudah dilakukan oleh warga supaya kalau jenazah datang bisa segera dimakamkan," ujarnya di rumah duka.

Sumiyem menjelaskan saat ini orang tua korban masih berada di Jakarta untuk mengurus kepulangan jenazah korban kecelakaan pesawat itu. "Informasinya jenazah datangnya pada pukul 07.00 WIB dan langsung dimakamkan di tempat pemakaman desa setempat," katanya.

Korban merupakan dua bersaudara yakni memiliki seorang adik yang bernama Nadzir Ahmad Firdaus dan masih duduk di bangku sekolah menengah atas. "Korban juga dikenal cerdas semasa sekolah, terbukti saat sekolah SMA mampu ditempuh dalam waktu dua tahun dilanjutkan ke perguruan tinggi," katanya.

Sumber : Antara